media blog

Aku, Langit, dan Asu

Cerpen

Aku ingat, suatu ketika duduk di teras rumah. Di luar air mengguyur deras. Aku pepetkan tubuhku menjauh dari angin yang membawa tampu rintik. Walau sebenarnya relungku tak begitu suram, namun langit benar terlihat muram. Belum sekalipun, semenjak aku lahir, langit bersedia menghentikan hujan.

Pernah aku minta pada Tuhan,“beri aku terik, walau hanya sebentar.” Tapi sampai saat ini toh belum terkabulkan. Hatiku kadang miris melihat tetangga di komplek sebelah, dimana mereka memiliki langit, juga Tuhan yang lebih baik. Di sana langit memberi waktu pada angin, juga pada musim tuk menyapu hari. Sedikit memberi kesempatan pada cuaca demi menghidupi cirinya sendiri.

Sing Gumantung Sing...

Blog

Sing gumantung, sing kesimpar, sing kependem. Untuk bahasa Indonesia, secara bebas dapat diterjemahkan sebagai yang tergantung, yang tergeletak di permukaan, dan terakhir yang terpendam di dalam tanah. Di dalam filosofi Jawa, tiga jenis pala atau umbi itulah yang membagi ranah ilmu kehidupan.

Sing gumantung adalah sesuatu dalam hidup yang sangat mudah terlihat hanya dalam sekilas mata melihat. Seperti buah sukun atau pepaya yang tumbuh berkembang menggantung di dahan, ada banyak ilmu yang mudah dipelajari, mudah dikuasai, hanya dengan memperhatikan secara seksama sesuatu yang kasat oleh mata. Ini juga sebagai titik terluar yang bisa kita ukur dari pribadi seseorang. Menilai jabatan dari bagaimana seorang pribadi berpakaian misalnya.

Men's Lib, Women's Lib

Cerpen

Pria memandangi Dara yang baru keluar dari kamar mandi. “Cepatlah mandi, nanti terlambat!” kata Dara. Handuk terlilit menutupi dada hingga lutut. Kepala dimiringkan, kedua tangan mengibas rambut basah dengan sehelai handuk kecil. “Air panas macet, seharusnya kita tukar kamar yang lain kemarin.”

Pria meraih handuk lain dan masuk ke kamar mandi. Tercenung sebentar menatap wajah di cermin. “Belum nampak tua,” pikirnya. Sejenak ia teringat orang-orang sebaya yang mulai terlihat kerut-kerut matanya. Air dingin mengucur deras. Ia tengadah. Air mengucuri seluruh wajah. Jauh lebih segar sekarang.

GILA

Cerpen

Sejak lama aku ingin jadi gila, namun aku tak tahu caranya. Tentu orang tak bisa menjadi gila hanya semata-mata karena ingin menjadi gila. Sebagaimana halnya orang tak bisa menjadi bijak hanya karena ingin menjadi bijak, atau menjadi pintar hanya karena ingin menjadi pintar. Namun orang bisa saja belajar demi menjadi bijak atau pintar, dan sementara aku masih belum tahu bagaimana caranya untuk menjadi gila. Bisa saja orang jadi gila karena mempelajari kesaktian, atau frustrasi mengejar cinta, atau mentok meraih prestasi, namun tak ada cara yang langsung dan pasti supaya jadi gila. Kegilaan bagai anugerah, bagai wahyu --hanya diturunkan kepada orang-orang tertentu saja.

Kaya Vs. Miskin

Cerpen

Marbun mengira hidupnya susah semata-mata karena tak punya uang, “Hidup orang miskin harus banyak peras keringat, sering-sering bingung cari hutangan, yang mau dihutangi belum tentu punya uang, yang punya uang belum tentu mau memberi hutang. Kalau belum mengembalikan, mau bertemu pun terasa malu, terpaksa kucing-kucingan. Mau bersedekah tidak bisa. Bayangkan kalau kita kaya, pilihan kita lebih banyak: mau hura-hura, beramal, bercita-cita memajukan masyarakat, itu hal gampang!”

7 Area Keseimbangan Hidup - Hari Keenam : KARIR

Blog

Hari Keenam
KARIR

Mencari cara untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik di dalam profesi ataupun karir

Terkadang dalam karir atau profesi kita, kita merasa karir kita sudah mentok. Kita merasa bahwa itulah puncak karir kita dan kita boleh berpuas diri karena di situlah batas kemampuan kita. Apakah memang demikian?

Coba bandingkan dengan cerita berikut :

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.

Air Kata-kata

Cerpen

Malam itu jalanan Malioboro terasa lengang. Belum lama berselang terjadi perkelahian yang menewaskan salah seorang yang terlibat. Ambulans telah pergi membawa korban yang tewas tertikam sementara penikamnya terbang pergi entah kemana. Kerumunan telah usai. Orang-orang yang biasa nongkrong begadangan kehilangan selera mengencani malam. Beberapa di antara mereka diminta ikut ke kantor polisi untuk memberi keterangan sebagai saksi. Pun malam sudah terlalu larut untuk orang nikmati jajan lesehan. Tinggal sunyi yang tersisa.

Perhentian Kecil yang Besar

Blog

Kota Magelang memang tak segemerlap Jakarta. Tapi, dalam ketidakgemerlapan itu, ada tersimpan rahasia hidup. Tersimpan rapi, meski bisa diintip.

Kami, aku dan dua manuk seangkatan, bersama seorang istri di antara keduanya, malam itu meluncur ke Magelang dari Jogja. Tujuannya sebuah warung makan di depan Kantor Jamsostek Magelang, samping depan RS Tidar. Warung makan bernama "Madukoro" itu menghidangkan makanan serba ayam. Yang istimewa adalah steak ayam. Dan yang jauh lebih istimewa adalah kokinya, manuk angkatan kami.

Nasehat dan Doa dari Bekas Pacar untuk Kesayangannya

Blog

Sayangku,

Enggan kulupakan,
bahkan ingin selalu aku mengenangmu
sebagai sebentuk keindahan
yang senantiasa mengiringi perjalananku..

Namun jika kamu ingin lupakan aku,
ijinkanlah aku memberi nasehat dan doa
selayaknya sebuah pesan terakhir
untuk seseorang yang terkasih - menjelang kepergiannya..

Aku sungguh berharap akan kebahagiaanmu
selepas kebersamaan kita pada waktu yang telah lalu
Percayalah bahwa doa-doa dari orang-orang yang mengasihi kita
akan memberi kita kekuatan untuk jalani hidup

Feed XML