<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE rss [<!ENTITY % HTMLlat1 PUBLIC "-//W3C//ENTITIES Latin 1 for XHTML//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml-lat1.ent">]>
<rss version="2.0" xml:base="http://debritto.net">
<channel>
 <title>debritto.net blogs</title>
 <link>http://debritto.net/blog</link>
 <description></description>
 <language>id</language>
<item>
 <title>Gandhi dan Pendidikan yang Hakiki</title>
 <link>http://debritto.net/isi/gandhi_dan_pendidikan_yang_hakiki</link>
 <description>&lt;p&gt;&lt;em &gt;Sepertinya usia yang sudah 70 tahun tak lagi ia pedulikan. Dari ashram nya di Desa Wardha, ia rela berjalan kaki sejauh 3 mil hanya untuk menjemput Ronald Duncan, seorang mahasiswa muda sekaligus aktivis pemimpin pemogokan buruh di Inggris.  Saat melihat kakek tua itu berjalan kaki menjemputnya, Ronald Duncan tergesa turun dari taksi. Kemudian mereka berjalan berdua sambil berdiskusi bagaikan kawan lama tanpa selisih usia. Perjumpaan hangat antar dua insan tak saling kenal ini terjadi tahun 1939 di India, dan kakek tua itu adalah Mahatma Gandhi.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Tue, 20 May 2008 15:24:05 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Aku, Langit, dan Asu</title>
 <link>http://debritto.net/isi/aku_langit_dan_asu</link>
 <description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aku ingat, suatu ketika duduk di teras rumah. Di luar air mengguyur deras. Aku pepetkan tubuhku menjauh dari angin yang membawa tampu rintik. Walau sebenarnya relungku tak begitu suram, namun langit benar terlihat muram. Belum sekalipun, semenjak aku lahir, langit bersedia menghentikan hujan.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pernah aku minta pada Tuhan,“beri aku terik, walau hanya sebentar.” Tapi sampai saat ini toh belum terkabulkan. Hatiku kadang miris melihat tetangga di komplek sebelah, dimana mereka memiliki langit, juga Tuhan yang lebih baik. Di sana langit memberi waktu pada angin, juga pada musim tuk menyapu hari. Sedikit memberi kesempatan pada cuaca demi menghidupi cirinya sendiri.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/cerpen">Cerpen</category>
 <pubDate>Fri, 14 Dec 2007 17:43:57 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Sing Gumantung Sing...</title>
 <link>http://debritto.net/isi/sing_gumantung_sing</link>
 <description>&lt;p&gt;Sing gumantung, sing kesimpar, sing kependem.  Untuk bahasa Indonesia, secara bebas dapat diterjemahkan sebagai yang tergantung, yang tergeletak di permukaan, dan terakhir yang terpendam di dalam tanah. Di dalam filosofi Jawa, tiga jenis pala atau umbi itulah yang membagi ranah ilmu kehidupan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sing gumantung adalah sesuatu dalam hidup yang sangat mudah terlihat hanya dalam sekilas mata melihat. Seperti buah sukun atau pepaya yang tumbuh berkembang menggantung di dahan, ada banyak ilmu yang mudah dipelajari, mudah dikuasai, hanya dengan memperhatikan secara seksama sesuatu yang kasat oleh mata. Ini juga sebagai titik terluar yang bisa kita ukur dari pribadi seseorang. Menilai jabatan dari bagaimana seorang pribadi berpakaian misalnya.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Fri, 14 Dec 2007 17:37:34 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Men&#039;s Lib, Women&#039;s Lib</title>
 <link>http://debritto.net/isi/mens_lib_womens_lib</link>
 <description>&lt;p&gt;Pria memandangi Dara yang baru keluar dari kamar mandi. “Cepatlah mandi, nanti terlambat!” kata Dara. Handuk terlilit menutupi dada hingga lutut. Kepala dimiringkan, kedua tangan mengibas rambut basah dengan sehelai handuk kecil. “Air panas macet, seharusnya kita tukar kamar yang lain kemarin.” &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pria meraih handuk lain dan masuk ke kamar mandi. Tercenung sebentar menatap wajah di cermin. “Belum nampak tua,” pikirnya. Sejenak ia teringat orang-orang sebaya yang mulai terlihat kerut-kerut matanya. Air dingin mengucur deras. Ia tengadah. Air mengucuri seluruh wajah. Jauh lebih segar sekarang.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/cerpen">Cerpen</category>
 <pubDate>Tue, 28 Aug 2007 12:34:47 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>GILA</title>
 <link>http://debritto.net/isi/gila</link>
 <description>&lt;p&gt;Sejak lama aku ingin jadi gila, namun aku tak tahu caranya. Tentu orang tak bisa menjadi gila hanya semata-mata karena ingin menjadi gila. Sebagaimana halnya orang tak bisa menjadi bijak hanya karena ingin menjadi bijak, atau menjadi pintar hanya karena ingin menjadi pintar. Namun orang bisa saja belajar demi menjadi bijak atau pintar, dan sementara aku masih belum tahu bagaimana caranya untuk menjadi gila. Bisa saja orang jadi gila karena mempelajari kesaktian, atau frustrasi mengejar cinta, atau mentok meraih prestasi, namun tak ada cara yang langsung dan pasti supaya jadi gila. Kegilaan bagai anugerah, bagai wahyu --hanya diturunkan kepada orang-orang tertentu saja.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/cerpen">Cerpen</category>
 <pubDate>Tue, 28 Aug 2007 12:33:04 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Kaya Vs. Miskin</title>
 <link>http://debritto.net/isi/kaya_vs_miskin</link>
 <description>&lt;p&gt;Marbun mengira hidupnya susah semata-mata karena tak punya uang, “Hidup orang miskin harus banyak peras keringat, sering-sering bingung cari hutangan, yang mau dihutangi belum tentu punya uang, yang punya uang belum tentu mau memberi hutang. Kalau belum mengembalikan, mau bertemu pun terasa malu, terpaksa kucing-kucingan. Mau bersedekah tidak bisa. Bayangkan kalau kita kaya, pilihan kita lebih banyak: mau hura-hura, beramal, bercita-cita memajukan masyarakat, itu hal gampang!”&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/cerpen">Cerpen</category>
 <pubDate>Tue, 28 Aug 2007 12:28:06 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>7 Area Keseimbangan Hidup - Hari Keenam : KARIR</title>
 <link>http://debritto.net/isi/7_area_keseimbangan_hidup_hari_keenam_karir</link>
 <description>&lt;p&gt;Hari Keenam&lt;br /&gt;
KARIR&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mencari cara untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik di dalam profesi ataupun karir&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terkadang dalam karir atau profesi kita, kita merasa karir kita sudah mentok. Kita merasa bahwa itulah puncak karir kita dan kita boleh berpuas diri karena di situlah batas kemampuan kita. Apakah memang demikian?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Coba bandingkan dengan cerita berikut :&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Sun, 15 Jul 2007 19:13:22 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Air Kata-kata</title>
 <link>http://debritto.net/isi/air_kata_kata</link>
 <description>&lt;p&gt;Malam itu jalanan Malioboro terasa lengang. Belum lama berselang terjadi perkelahian yang menewaskan salah seorang yang terlibat. Ambulans telah pergi membawa korban yang tewas tertikam sementara penikamnya terbang pergi entah kemana. Kerumunan telah usai. Orang-orang yang biasa &lt;em &gt;nongkrong begadangan&lt;/em&gt; kehilangan selera mengencani malam. Beberapa di antara mereka diminta ikut ke kantor polisi untuk memberi keterangan sebagai saksi. Pun malam sudah terlalu larut untuk orang nikmati jajan lesehan. Tinggal sunyi yang tersisa.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/cerpen">Cerpen</category>
 <pubDate>Wed, 25 Apr 2007 07:31:34 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Perhentian Kecil yang Besar</title>
 <link>http://debritto.net/isi/perhentian_kecil_yang_besar</link>
 <description>&lt;p&gt;Kota Magelang memang tak segemerlap Jakarta. Tapi, dalam ketidakgemerlapan itu, ada tersimpan rahasia hidup. Tersimpan rapi, meski bisa diintip.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kami, aku dan dua manuk seangkatan, bersama seorang istri di antara keduanya, malam itu meluncur ke Magelang dari Jogja. Tujuannya sebuah warung makan di depan Kantor Jamsostek Magelang, samping depan RS Tidar. Warung makan bernama &quot;Madukoro&quot; itu menghidangkan makanan serba ayam. Yang istimewa adalah steak ayam. Dan yang jauh lebih istimewa adalah kokinya, manuk angkatan kami. &lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Tue, 17 Apr 2007 12:55:38 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Nasehat dan Doa dari Bekas Pacar untuk Kesayangannya</title>
 <link>http://debritto.net/isi/nasehat_dan_doa_dari_bekas_pacar_untuk_kesayangannya</link>
 <description>&lt;p&gt;Sayangku, &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Enggan kulupakan,&lt;br /&gt;
bahkan ingin selalu aku mengenangmu&lt;br /&gt;
sebagai sebentuk keindahan&lt;br /&gt;
yang senantiasa mengiringi perjalananku..&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun jika kamu ingin lupakan aku,&lt;br /&gt;
ijinkanlah aku memberi nasehat dan doa&lt;br /&gt;
selayaknya sebuah pesan terakhir&lt;br /&gt;
untuk seseorang yang terkasih - menjelang kepergiannya..&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Aku sungguh berharap akan kebahagiaanmu&lt;br /&gt;
selepas kebersamaan kita pada waktu yang telah lalu&lt;br /&gt;
Percayalah bahwa doa-doa dari orang-orang yang mengasihi kita&lt;br /&gt;
akan memberi kita kekuatan untuk jalani hidup&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Mon, 08 May 2006 04:16:47 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Seorang Panchali Bersuami Lima Pandawa</title>
 <link>http://debritto.net/isi/seorang_panchali_bersuami_lima_pandawa</link>
 <description>&lt;p&gt;Di Panchala sebuah sayembara diadakan,&lt;br /&gt;
dan di TV berteriak iklan-iklan: &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;DATANGLAH. DRUPADI DEWI MENANTI DIPERISTRI.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tak ketinggalan,&lt;br /&gt;
berbunyi handphone para ksatria&lt;br /&gt;
- dah liat iklan? gmn? lu ikutan? :p&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Maka riuhlah arena.&lt;br /&gt;
Tiga DJ ibukota ligat merumat irama.&lt;br /&gt;
Drum n bass, tribal, ambient atau apalah.&lt;br /&gt;
Sebut saja. Mereka akan memainkannya.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/cerpen">Cerpen</category>
 <pubDate>Fri, 05 May 2006 20:17:06 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Suicide King and The Drama Queen</title>
 <link>http://debritto.net/isi/suicide_king_and_the_drama_queen</link>
 <description>&lt;p&gt;There are two under the infinite sky. And on a high, the light is grey. Empty, without any other hue among the entity. There are two and may be two alone. Stand in the garden of stone, with shadows lay beneath the endless mist.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Silence, ruler of all troubles, head of all languages, speaks out loud that the two won&amp;rsquo;t move even in an inch.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/cerpen">Cerpen</category>
 <pubDate>Fri, 05 May 2006 20:12:48 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Manajemen Ekspektasi dan Berpikir Gradasi</title>
 <link>http://debritto.net/isi/manajemen_ekspektasi_dan_berpikir_gradasi</link>
 <description>&lt;p&gt;Dalam kehidupan kita, banyak kejadian kejadian yang jauh dari harapan kita. Akibatnya bisa menyebabkan kita stress, sedih, frustasi, bahkan kalau terlalu dalam bisa membuat kita gila. Saya akan coba mengulas tentang manajemen ekspektasi dan berpikir gradasi. Sebuah solusi? Silakan anda yang memutuskan sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya coba perkenalkan dulu beberapa istilah &amp;quot;Das Sollen&amp;quot; = yang seharusnya terjadi dan &amp;quot;Das Sein&amp;quot; = yang sebenarnya terjadi. Bayangkan kita dalam suatu situasi dimana plan sudah disiapkan dengan matang, ekspektasi kita adalah &amp;quot;Das Sollen&amp;quot; ternyata hasil akhirnya jauh dari ekspektasi kita &amp;quot;Das Sein&amp;quot;. Kalau kita tidak siap dengan &amp;quot;Das Sein&amp;quot;, akan banyak ekses terhadap diri kita seperti tersebut di atas.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Thu, 23 Feb 2006 05:42:37 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>And The Oscar Goes to ...................</title>
 <link>http://debritto.net/isi/and_the_oscar_goes_to</link>
 <description>&lt;p&gt;Menjadi Nominator Oscar sudah pasti menjadi kebanggaan dan idaman seluruh actor/actress sebagai penghargaan dalam profesi mereka. Jerih payah mereka untuk mengekspresikan diri berbuah dengan adanya pengakuan dari dunia akan eksistensi mereka di dunia perfilman dan hati mereka berdebar-debar ketika mendengar kata-kata &amp;quot;and the oscar goes to .......&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pernahkah berpikir dalam hidup sehari-hari, kita banyak menjadi nominator sadar dan tidak sadar. Besar atau kecil skalanya bukan menjadi masalah tetapi apresiasi orang terhadap kita yang perlu kita lihat hikmahnya. Mungkin bagi kita penghargaan atas prestasi sekecil apapun adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk melangkah lebih yakin dalam menjalani kehidupan.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Thu, 23 Feb 2006 05:17:58 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Rasa wanita</title>
 <link>http://debritto.net/isi/rasa_wanita</link>
 <description>&lt;p&gt;Jika kau wanita, kau akan ditanya kau ada di mana pada pria&lt;br /&gt;
Tanpa kau, wanita, pria dianggap tidak ada&lt;br /&gt;
Tepat, tidak ada wanitanya&lt;br /&gt;
Ternyata kau, wanita, jadi pelengkap belaka&lt;br /&gt;
Tak ada ditanya&lt;br /&gt;
Ada dicerca&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Wed, 22 Feb 2006 09:19:06 +0700</pubDate>
</item>
</channel>
</rss>
