Pria memandangi Dara yang baru keluar dari kamar mandi. “Cepatlah mandi, nanti terlambat!” kata Dara. Handuk terlilit menutupi dada hingga lutut. Kepala dimiringkan, kedua tangan mengibas rambut basah dengan sehelai handuk kecil. “Air panas macet, seharusnya kita tukar kamar yang lain kemarin.”
Pria meraih handuk lain dan masuk ke kamar mandi. Tercenung sebentar menatap wajah di cermin. “Belum nampak tua,” pikirnya. Sejenak ia teringat orang-orang sebaya yang mulai terlihat kerut-kerut matanya. Air dingin mengucur deras. Ia tengadah. Air mengucuri seluruh wajah. Jauh lebih segar sekarang.



