Sebagai kelanjutan dari diskusi sebelumnya tentang disruptive technology, ada beberapa produk baru yang menarik sebagai bahan diskusi untuk menjelaskan apakah produk-produk baru ini termasuk dalam kategori disruptive technology:
Slingbox

Bayangkan anda berada di suatu tempat sedang liburan dan ingin menonton acara TV kesayangan di rumah? Dengan slingbox ini anda dapat mengakses TV anda di rumah dari seluruh penjuru dunia selama ada koneksi Internet, software slingmedia client dan tentu saja serial number dari Slingbox anda. Selain bisa diakses dari komputer, bisa juga diakses dari PDA/XDA anda selama ada koneksi Internet dan slingmedia mobile software. Ada dua versi dari Slingbox ini, versi NTSC dan PAL. Harga di pasaran sekitar 250 Euro
Alat ini lebih mengakomodasi pasar baru khususnya bagi kelompok yang suka travelling tetapi ingin selalu up to date dengan acara-acara TV local back home. Product ini termasuk kategori Disruptive technology dan lebih mengarah kepada pasar baru para travellers.
Kacamata Video Kowon MSP-209

Mungkin kita pernah membayangkan kacamata video ini sejak kecil, sampai saat ini permasalahannya adalah belum ada yang cukup ergonomis, cukup menghibur dan tidak menyebabkan sakit kepala. Walaupun Kacamata Video Kowon ini tidak menjawab semua permasalahan tersebut, tetapi cukup menjanjikan karena ringan dan relatif kecil. Kacamata ini menggunakan micro LCD dengan display QVGA, jadi tampilan gambarnya termasuk berkualitas bagus. Kacamata video ini adalah simulasi menonton TV Flat screen dengan ukuran 32 Inch dari jarak kira kira 7 kaki. Batere yang dipakai adalah Lithium Polymer yang tahan 8 jam pemakaian. Butuh device pembantu untuk bisa menonton TV, bisa dikombinasikan dengan XDA/mobile devices yang dapat memutar film atau dapat juga terhubung dengan Televisi. Harga di pasaran 200 USD dan keluar medio Juni di Korea July menyusul Jepang, China dan Eropa.
Apakah produk ini termasuk kategori disruptive technology? Silakan anda menilai. Dari sudut pandang historical, sebelumnya ada beberapa produk yang mirip dengan produk ini walaupun belum sebagus feature produk dari Kowon. Jadi lebih bisa dikategorikan sebagai inovasi dari produk yang sudah ada. Namun produk ini bisa juga menggantikan pasar TV flat screen dengan melihat feature alat ini sebagai simulasi dari LCD TV 32 Inch. Jelas harganya lebih murah dari LCD screen 32 Inch.
Kiosk DVD/Film Download

Produk ini bisa berfungsi sebagai senjata untuk mencegah menurunnya penjualan DVD di tengah persaingan dengan produk-produk digital yang digunakan untuk download film seperti HD DVD disc atau Sony Blu ray. Toko-toko elektronik besar khususnya di negara negara maju akan menempatkan peralatan ini untuk menjual film dalam bentuk file yang siap didownload portable device atau dalam bentuk keping DVD. Tentu saja on demand, jadi customer bisa memilih berdasarkan kebutuhan. Menurut berita dari Reuters, beberapa studio film besar sedang melakukan negosiasi dengan perusahaan retail besar untuk menempatkan device ini di outlet mereka dengan harapan bisa menjual film (on demand) untuk ditransfer ke portable device pelanggan atau dalam bentuk keping DVD. Alat ini bisa di hubungkan dengan koneksi Internet berkecepatan tinggi atau menyimpan di dalam storage disk yang ada di dalam kiosk. Sayangnya kiosk ini diperkirakan akan sulit mendobrak pasar penjualan DVD karena kegagalan produk stasiun DVD yang sampai sekarang tidak diluncurkan di pasar.
Apakah produk ini termasuk kategori Disruptive Technology? Anda pembaca bisa memberikan pendapat. Bisa dijadikan sebagai bahan diskusi untuk menilai apakah sebuah produk adalah disruptive technology atau hanya sekedar inovasi/perbaikan feature dari produk yang sudah ada.


