
Rekan-rekan,
Di dalam acara pertemuan hari peringatan St. Yohanes De Britto di Jakarta, Minggu 25/02/07 mas Krisbiantoro cerita tentang kedatangan Ibu Puji Lestari dan suami nya Haryanto serta ketiga anaknya. Ibu Puji Lestari mengaku bahwa dia adalah mantan guru SMA Kolese De Britto. Mereka datang kepada mas Kris untuk meminta bantuan finansial dengan bermacam cerita dan ilustrasi yang menyedihkan. Oleh Mas Krisbiantoro mereka dibantu secukupnya. Lalu ada Romo Teguh Budiarto dari Cililitan juga bercerita hal yang sama yang terjadi beberapa minggu sebelumnya. Romo Teguh yang biasa disebut Romo mBantul bahkan membantu permintaan ibu Puji uang untuk kembali ke Jogja. Nyatanya mereka tidak pernah pulang ke Jogja, bahkan melanjutkan bisnisnya memburu bantuan dari para alumni SMA De Britto.
Benar, keluarga itu berbisnis memburu bantuan dari alumnus SMA De Britto. Sebenarnya mereka sejak beberapa tahun yang lalu telah melakukan hal yang sama di Jogja dan sekitarnya, tetapi mungkin sudah tertutup ladangnya akibat sudah banyak yang tahu, lalu pindah ke Jakarta.
Menurut pihak SMA Kolese De Britto, ibu Puji memang pernah mengajar di De Britto sebagai guru tidak tetap, tetapi karena terlibat masalah lalu diminta mundur. Ibu Puji juga pernah mengajar di SMA Santa Maria sebagai guru tetap, juga di salah satu SMA negeri, namun beliau terlibat masalah sehingga diminta mundur juga.
Pada hari Senin 26/02/07 ibu Puji Lestari menghubungi salah satu alumnus De Britto di Jakarta, yang lalu dilaporkan kepada Presiden Datuk Sweida, kemudian dirancang pertemuan di salah satu tempat dekat stasiun Gambir. Mungkin maksudnya bila minta bantuan pulang ke Jogja, langsung dibelikan karcis kereta. Mereka kemudian ditemui Presiden Datuk yang ditemani beberapa pengurus dan alumnus lainnya.
Dalam pertemuan itu Pengurus mewakili seluruh alumni lainnya meminta agar ibu Puji dan keluarganya menghentikan praktek mempermainkan rasa belas kasih dan sayang para alumnus kepada Keluarga Besar De Britto. Teman-teman alumni biasa memberi bantuan pancing daripada ikan, kepada orang-orang yang rajin tetapi kesulitan dan bukan kepada orang-orang malas. Pada kesempatan itu Pengurus sama sekali menolak memberi bantuan sedikit pun.
Oleh karena itu, kepada seluruh teman-teman Kadang Manuk alumni SMA Kolese De Britto dan keluarganya, kami minta agar Anda semua berhati-hati bila berhadapan dengan Ibu Puji dan keluarganya. Sebisa-bisa Anda hindari. Dan bila harus bertemu, tolak lah semua permintaannya dan jangan sekali-sekali memberi referensi kepada mereka nama, alamat, telepon alumnus yang lain. Mereka pasti akan menggunakannya. Bahkan, beritahukan kepada alumnus kenalan Anda tentang keberadaan Ibu Puji ini, agar akhirnya seluruh alumni De Britto dapat berhati-hati dan tidak menjadi kurban.
Sebar luaskan juga kepada masyarakat gereja, dan komunitas lain yang mungkin akan menjadi ladang bisnis mereka, untuk menjaga nama baik De Britto.
Dan bila Anda punya informasi lain, harap menyampaikan kepada Presiden atau Sekjen atau kepada saya .
Semua ini tidak untuk mempermalukan mereka, tetapi untuk pelajaran kita semua.
Jakarta, 10 Maret 2007
A. Bardhono/71
Mantan Presiden Alumni 2003 - 2006



