Jangan Berdoa Untuk Minta Rejeki Ekonomi

Blog

banyak orang saleh yang kaya, tapi banyak pula yang miskin
banyak orang jahat yang miskin, tapi banyak pula yang kaya

artinya : Tuhan tidak campur tangan dalam soal ekonomi,
moralitas bukanlah variabel penentu bagi kemakmuran

implikasinya : jangan berdoa untuk minta rejeki ekonomi
(percuma, sebab Tuhan akan cuek saja)

mintalah pada Tuhan :
kedamaian hati, ketenangan pikir, kesehatan jiwa,
keteguhan iman, keberanian untuk mati, dan
keberanian untuk (tetap) hidup

selebihnya : URUS DIRIMU SENDIRI
DAN BERHENTILAH MERENGEK-RENGEK PADA TUHAN

soal ekonomi : mintalah bantuan dari sesama manusia
(Tuhan menciptakan banyak manusia, pasti ada maksudNya bukan ?)
namun jika sesamamu tidak ada (lagi) yang peduli :
TETAP URUS DIRIMU SENDIRI

tegakkan kepalamu sampai saat engkau mati, sebab saat itulah
sejatinya engkau mulai hidup abadi, dengan mahkota istimewa
yang diletakkan oleh Tuhan sendiri pada kepalamu

kalau kepalamu tidak tegak, tertunduk lunglai,
Tuhan tentu akan 'kesulitan' menaruh mahkota itu,
tul nggak ?

=== pinggir kali Elo, 19 Januwari 2009 ===

Eh ... ntar dulu ...
bukankah Guru Agung telah mengajarkan rumusan doa
yang salah satu kalimatnya berbunyi :
'berilah kami rejeki pada hari ini' ?

Nah Lu !?

Tapi kenapa banyak orang saleh yang sering berdoa
dengan rumusan doa yang diajarkan oleh Guru Agung itu
ekonominya tidak baik ?

Kenapa pula banyak orang jahat dan nggak pernah berdoa
dengan rumusan doa yang diajarkan oleh Guru Agung itu
ekonominya berlimpah ?

=== pinggir kali Elo, 23 Januwari 2009 ===

...Ada tertulis :

...Ada tertulis :

carilah , maka kamu akan mendapat
mintalah , maka kamu akan diberi
ketuklah , maka pintu akan dibukakan bagimu

Tapi kok ... ?

Ya, memang ada tertulis begitu,
tapi kok kenyataannya:
banyak orang yang sudah mencari, meminta dan mengetuk,
hanya sebagian yang berhasil, sedang sebagian lain tidak berhasil,
padahal moralitas mereka sama-sama baik ?
sementara banyak orang bermoral buruk kok ekonominya baik,
meski banyak juga penjahat yang ekonominya buruk ?
Apakah itu bukan berarti bahwa Tuhan telah
mendelegasikan sepenuhnya kewenangan mengelola
sumber-sumber ekonomi kepada manusia
tanpa mengaitkannya dengan tingkat moralitas ?

Mugi Rahayu Seger Waras,
mBilung 83

tul itu...

memang kita harus makin INDEPENDENT ... tapi jangan lupa berSINERGI dengan orang disekitar kita ...