Nasehat dan Doa dari Bekas Pacar untuk Kesayangannya

Blog

Sayangku,

Enggan kulupakan,
bahkan ingin selalu aku mengenangmu
sebagai sebentuk keindahan
yang senantiasa mengiringi perjalananku..

Namun jika kamu ingin lupakan aku,
ijinkanlah aku memberi nasehat dan doa
selayaknya sebuah pesan terakhir
untuk seseorang yang terkasih - menjelang kepergiannya..

Aku sungguh berharap akan kebahagiaanmu
selepas kebersamaan kita pada waktu yang telah lalu
Percayalah bahwa doa-doa dari orang-orang yang mengasihi kita
akan memberi kita kekuatan untuk jalani hidup

Tanamkanlah dalam kesadaranmu
sesuatu yang sesungguhnya telah lama kita pahami;
Kebahagiaan bukan didapat,
dengan mengejar dan mengumpulkan materi semata
Kebahagiaan bukan datang,
dari nafsu akan kekuasaan, pangkat ataupun kedudukan
Kebahagiaan tidaklah diperoleh,
dengan mengabaikan nurani serta melecehkan suara hati
Kebahagiaan juga bukan,
sekumpulan perasaan senang atau sekedar kegembiraan
Kebahagiaan - apalagi -
bukanlah hasil dari hura-hura yang gemerlap dan hingar-bingar

Kebahagiaan adalah kebahagiaan
saat kita bersahabat dengan ketenangan jiwa
sebagai hasil dari pengolahan kesadaran alam batin
ketika kita berhasil mendamaikan
seluruh gejolak rasa dalam diri
dan temukan makna
dari simpul-simpul kejadian
yang kita jumpai dalam perjalanan hidup kita

Amatilah, Kasihku,
bahwa semua yang telah kita alami dalam hidup
adalah simbol-simbol yang senantiasa miliki makna
Pahamilah dengan sepenuh hatimu,
bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang suci – anugerah Ilahi
sebab kebahagiaan merupakan ilmu pengetahuan roh
yang diturunkan pada kesadaran
saat kita membasuh dan membersihkan jiwa
serta makin mendekatkan diri pada Sang Ilahi

Pada saatnya nanti,
pengetahuan roh pulalah yang akan memberi
jawaban atas semua pertanyaan
untuk apa kita hadir ke dunia ini

Kenangkanlah,
bahwa kita pernah berjuang bersama
meski terjatuh-bangun,
sesungguhnyalah bahwa kita telah pernah
bersama bahu-membahu berusaha memenangkan
sisi baik kemanusiaan
yang kita miliki dalam diri kita

Berjanjilah,
bahwa kita akan terus melanjutkan perjuangan itu
meski nantinya kita harus berjuang sendirian saja..

Tapi seperti kata pamanku;
semua itu bukan melulu demi sorga atau neraka,
melainkan demi martabat kemanusiaan
sebagaimana kita dicitrakan oleh Sang Pencipta

Maafkan aku jika terkesan menggurui,
sebabnya adalah kasih sayang
yang tak kan turut mati
meski badan kelak membujur kaku
bahkan hancur menjadi debu
alam raya menjadi saksi
kasih sayang bertumbuh senantiasa..

Yogyakarta 13 November 2002