Pendidikan di Belanda

Blog

Beberapa siswa yang saat ini masih duduk di bangku SMU mungkin masih bingung dalam menentukan perguruan tinggi yang akan dipilihnya selepas dari Kolese De Britto tercinta ini. Ada banyak alternatif perguruan tinggi berkualitas, baik dalam maupun luar negeri. Hal terpenting dalam membuat keputusan untuk memilih perguruan tinggi adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai perguruan tinggi yang diinginkan.

Dalam kesempatan ini saya ingin mengulas sedikit mengenai perguruan-perguruan tinggi di Belanda, dengan harapan dapat membantu kawan-kawan yang berminat untuk meneruskan pendidikan di negeri kincir ini.

Di Belanda, perguruan tinggi dibagi menjadi 2 bagian, Universiteit (UNI) dan Hogeschool (HBO). Sebelumnya perlu dijelaskan bahwa tidak semua murid sekolah menengah atas di Belanda bisa masuk ke UNI secara langsung. SMU di Belanda juga dibagi menjadi dua kelompok. VWO adalah tipe sekolah di mana para muridnya memiliki hak untuk bisa langsung meneruskan ke UNI setelah menamatkan pendidikan VWO. Sedangkan MBO adalah tipe sekolah yang levelnya sedikit di bawah VWO dan para muridnya tidak bisa melanjutkan kuliah ke UNI. Agar para lulusan MBO ini bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, maka dibentuklah HBO. HBO lebih mirip seperti sekolah tinggi atau politeknik di Indonesia. Untuk para lulusan SMU Indonesia, ijasah SMU disamakan dengan ijasah MBO sehingga kita hanya bisa meneruskan kuliah ke Hogescholen (HBO).

Ada beberapa lembaga yang dapat membantu lulusan SMU untuk memproses pendaftaran ke perguruan tinggi di Belanda, diantaranya adalah NEC dan NIS. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya menyarankan untuk memilih NEC dalam mengurus aplikasi ke perguruan tinggi Belanda. Ini dikarenakan NEC merupakan lembaga milik Nuffic yang merupakan lembaga resmi pemerintahan Belanda. Info selengkapnya bisa dilihat di www.nec.or.id. Sedangkan untuk NIS, biasanya mereka akan men-charge sejumlah uang untuk jasa yang dilakukannya. Di lembaga-lembaga yang saya sebutkan, teman-teman akan ditawarkan Hogescholen yang memiliki program dengan pengantar berbahasa Inggris.

Yang patut diperhatikan adalah tidak semua Hogescholen pasti lebih berkualitas dibandingkan perguruan tinggi di Indonesia. Dan juga yang harus diperhatikan lagi adalah para lulusan Hogescholen, walaupun mendapat gelar bachelor, kemungkinan besar ijasahnya tidak diakui di Indonesia sebagai lulusan setingkat universitas. Oleh karena itu pertimbangkanlah masak2 sebelum memutuskan untuk masuk ke Hogeschool. Kelebihan dari pendidikan Hogeschool adalah mereka lebih banyak menawarkan praktikal sehingga lulusan Hogescholen diharapkan menjadi individu yang siap kerja. Sedangkan di UNI lebih menawarkan teoritikal yang bersifat akademis. Biasanya lulusan UNI meneruskan pendidikan ke jenjang S2 dan S3. Saya pribadi menyarankan teman-teman untuk masuk ke UNI karena pendidikan Hogeschool masih dianggap belum mampu menyaingi UNI

Tapi bagaimana caranya agar lulusan SMU bisa belajar di UNI? Syarat bagi lulusan SMU untuk dapat masuk ke UNI adalah harus memiliki propedause, propedause inilah yang dianggap sebagai penyetaraan ijasah SMU dgn ijasah VWO. Cara mendapatkan propedause adalah teman-teman harus belajar di Hogeschool selama setahun, dan apabila lulus untuk semua mata kuliah di tahun pertama, maka teman-teman akan mendapatkan propedause. Setelah itu teman-teman bisa mendaftarkan diri ke UNI di Belanda.

Belum begitu banyak UNI yang menawarkan program dengan pengantar berbahasa Inggris, tapi untuk teman-teman yang ingin belajar ekonomi, Universitas Groningen (www.rug.nl) dan Tilburg (www.uvt.nl) sudah menawarkan program-program internasional di jurusan ekonomi. Untuk program-program lainnya masih ditawarkan dalam Bahasa Belanda. Para lulusan SMU yang berminat belajar program selain ekonomi (teknik, farmasi, hukum, dll) biasanya meluangkan waktu setahun untuk mendalami Bahasa Belanda.

Keuntungan dari program berbahasa Belanda adalah tuition fee-nya yang lebih murah daripada program internasional. Program berbahasa Belanda biasanya ditawarkan sekitar 1500-2000 euro, sedangkan program internasional sekitar 4000-5500 euro pertahunnya.

Sangat disarankan agar para lulusan SMU bisa mengambil bachelor program di UNI karena akan sangat berpengaruh dalam mencari pekerjaan setelah tamat dari perguruan tinggi. Namun semua keputusan kembali kepada masing-masing individu. Bila membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi saya.

Luhur Arief Bima '03 Mahasiswa tahun pertama program S1 Internatinal Economics & Business Rijk Universiteit van Groningen

komentar dari " korban " di belanda

Benar!! seperti itulah pengalaman saya. Kami, selaku korban, sebut saja mawar, melati, anggrek, dan semuanya indah, mengalami peristiwa naas yang sama. Tepatnya, begini..

suatu hari, saat kami mau meninggalkan kelas, kami dicegat oleh segerombolan orang berdasi. Mereka mencoba menawarkan pendidikan di Luar negeri, sebut saja Belanda. mereka mulai "nyonthong" tentang pendidikan di Belanda. Conthong demi conthong masuk telinga kami. Akhirnya hati kami pun terpancing untuk mendaftar. Stelah melalui beberapa proses yang membingungkan, merepotkan, dan meresahkan hati kami. kami pun tiba di Belanda, di Enschede. Setelah beberapa bulan kemudian.. kami mendapatkan informasi yang sangat mengecewakan hati kami (mawar, melati, anggrek, dan semuanya indah) isi informasinya seperti, sesuai, dan sama dengan informasi yang diketik oleh saudara, mas, oom sapi 03.

Jadi kami disini.. nganu.. aduh.. gimana ya.. jadi ga enak nih.. bukannya ingin mematahkan semangat adik2 seperguruan yang ingin melanjutkan pendidikan di Belanda, agar mencari informasi SEJELAS-JELASNYA

kalo ada gelas yang pecah
jangan disimpan di peti
kalo ada kata kata yang salah
jangan disimpan di hati

sekian dan terima kasih

huehehehhe......buat mawar,

huehehehhe......buat mawar, melati, anggrek, dan semuanya indah, nda usah nyesel dgn keputusan yg dah diambil . yg penting gmn mengusahakan terbaik dari situasi yg ada. sak jan'e pas mbiyen aku mangkat mrene, ra ono pikiran arep kuliah neng UNI. mbiyen pikir'e kuliah untuk dapet gelar s1 dari HBO. ternyata sampai disini situasi tidak seperti yg diharapkan, semuanya itu sudah diatur sama gusti Yesus. sing penting gmn kita njalaninya aja, hehehehehhe salam,Luhur "sapi" Bima '03

kersaning Gusti

Betul kata mas 'Sapi' Bima, nek ora tekan Enschede, khan ra ono mudika Enschede... trus juga ra bakal ketemu aku ..hehe..
Aku percoyo nek Gusti ra pernah ninggalke awak dewe...

Gusti wis maringi dalan, tinggal awak dewe berusaha karo berdoa terus..

salam AMDG
Irwan

Apa yang dikatakan oleh

Apa yang dikatakan oleh Luhur Bima, yaitu bahwa "Syarat bagi lulusan SMU untuk dapat masuk ke UNI adalah harus memiliki propedeuse..." (yang bisa diperoleh dengan jalan ikut kuliah dulu selama 1 tahun di sebuah HBO) adalah tidak sepenuhnya benar.

Misalnya di Universitas Leiden kami bersedia menerima calon mahasiswa dari Indonesia dengan ijasah SMU, tetapi mereka ini harus mengikuti semacam ujian masuk dulu yang disebut "colloquium doctum". Untuk bidang studi sastra biasanya yang diujikan 3 pokok: bahasa Belanda, bahasa Inggris dan sejarah dunia. Untuk bidang studi lain (misalnya kedokteran) saya kurang tahu.

Jadi menurut saya lebih baik Anda membuka dulu situs UNI atau HBO yang akan dipilih, dan di sana saya kira akan bisa diperoleh keterangan lebih lanjut tentang persyaratan untuk bisa studi bagi para calon siswa dengan ijasah asing (Indonesia).

nuwun mas cithut sudah

nuwun mas cithut sudah ditambahi.....nahh itu sudah ada tambahan info untuk teman-teman yg berminat ke leiden, kalau saya kan menulis berdasarkan pengalaman pribadi (sebatas fakultas ekonomi dan universitas groningen) buat sedulurs yg sedang dan pernah kuliah di Belanda bisa menambahkan info lagi sesuai dgn programnya. itung bantu2 kadang manuk yg berniat ambil s1,s2,s3, sampai es teler di belanda salam,Luhur "sapi" Bima '03

lulus sma ke universitas?

Saya setuju dengan tulisan mas Cithut. Setahu saya memang tidak ada keharusan untuk lulusan SMA dari Indonesia untuk memiliki diploma propadeuse dulu untuk masuk ke universitas. Bukan dari pengalaman saya sendiri, tapi setahu saya di TU Delft banyak mahasiswa lulusan SMA di Indonesia tanpa harus mengikuti propadeuse. Hanya mereka harus mengikuti kursus bahasa belanda dan lulus hingga tingkat bahasa akademis (walaupun kenyataanya banyak yang tahun pertama di bangku kuliah masih harus banyak 'menyesuaikan' diri, tergantung kemampuan serap bahasa masing2).  Syarat lain selain ijazah SMA (dan nilai) tentunya kemampuan bahasa inggris (TOEFL 213 computer based atau IELTS 7.0 mencukupi untuk mendaftar tingkat bachelor/s1)Memang sebagian besar mahasiswa Indonesia di Delft (paling tidak sampai beberapa tahun silam) datang/berasal dari SMA/kota tertentu. Mungkin ada hubungannya dengan akses informasi pendidikan. Paling tepat menurut saya adalah ke Erasmus Huis/NEC (Jakarta) atau Konsulat NL(Surabaya). Program bahasa ingris di universitas untuk tingkat bachelor di TU Delft (teknik) ataupun TU Eindhoven  setahu saya masih sangat terbatas (untuk UT Twente saya tidak punya info). Untuk bidang ekonomi, alternatifnya selain di RU Groningen adalah Business Administration di Erasmus Universiteit Rotterdam. Kualitas pendidikan, fasilitas, staf pengajar, dll saya rasa semua sebanding, dengan kata lain semua berpulang ke mahasiswanya sendiri.