Pidato Awal Tahun Presiden Alumni De Britto

Petuah Lurah

A. Bardhono
Lurs,

Atas nama pribadi dan seluruh pengurus Ikatan Alumni SMA Kolese De Britto, kami ucapkan selamat Tahun Baru 2006. Semoga Tuhan memberkati karya kita dan juga paguyuban kita ini.

Apa yang menonjol di komunitas kita pada tahun 2005? Adalah crash-nya server di mana DeBrittoNet difasilitasi. Memang, atas kesigapan beberapa teman fasilitas baru segera kita dapati, sehingga komunikasi dan relasi antarkita tetap kita nikmati.

Harus ada yang segera kita sadari atas kejadian itu: semua fasilitas yang kita nikmati ini tidak gratis adanya, tidak 'taken for granted'. Dudu kagungane simbah. Ada yang memfasilitasi: membiayai dengan uang, benda, tenaga, perhatian dan kerja keras. Iya website, mailing-list dan anak-anaknya misalnya: Seton (makan enak di hari Sabtu), Reboan (makan enak di hari Rabu), DBFF (mancing, yang sudah lebih dari setahun tidak diselenggarakan karena keadaan alam yang menghalangi), maikoan, MPK, Pundi Tulus dan sebagainya.

Semua tadi hanya bisa kita nikmati karena ada yang mau nggetih, tidak ketang sekedar ngompori. Ngompori, sama sekali tidak gampang. Maka sebaiknya marilah kita berterima kasih kepada mereka yang mau nggetih, dan ke depan (nganggo bahasane SBY) kita beri mereka rasa hormat. Rasa hormat tidak menjauhkan kritik bila ada yang perlu kita kritik, tetapi bukan cemoohan.

Seberapa penting to, komunitas kita ini? Sepenting upil. Ketika kita ubeg mencarinya tidak ketemu, kita akan kecewa, padahal artinya hidung kita sehat. Dan bila sudah ketemu, cuma kita buang, tapi dengan hati puas. Iya, komunitas kita ini seperti sekedar 'tombo ati'. Tapi justru itu pentingnya.

Komunitas kita ini tidak sekedar milis, Seton, Reboan, mancing, dan lain-lain. Tetapi adalah Paguyuban Ikatan Alumni SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Di situ ada Pak Satjaka di kursi rodanya, ada mas Maryo nDobleh (bukan Rambut Geni, yang sudah jarang datang ke reuni karena kesehatannya), ada si Raja Pempek di Jambi, ada sang Djanaka di Bandung, ada mas Paul Sutopo Terpidana, ada notaris perkutut, grombolan ledhek munyuk Jogja lengkap dengan EO pengurusan jenasahnya (hueh..heh…heh), kakang-kakang sing dodol srabi Tosuman, komunitas rujak cingur Surabaya yang sedang fajar. Juga teman-teman yang berdomisili di luar negeri. Besar lho, Lurs, paguyuban kita ini.

Paguyuban adalah pa-GUYUB-an. Di komunitas yang tidak menghasilkan apa-apa ini, keguyuban menjadi nomer satu. Setelah guyub tercapai, others will follow. Lainnya akan terjadi. Kita telah membuktikan dengan perhatian yang kita berikan kepada teman-teman kita yang sedang kesulitan, baik secara bersama-sama ramai-ramai maupun secara pribadi sepi. Kita yakin, oleh yang telah menerimanya pasti membesarkan hati mereka.

Maka, Lurs, keguyuban ini adalah obsesi pengurus Alumni De Britto. Bukan pengumpulan uang. Walaupun untuk maksud sosial semata, dia nomer dua pentingnya. Keguyuban harus menjadi jalan hidup terpenting paguyuban kita.

Di tahun 2006 ini kita punya beberapa agenda, selain untuk memupuk persaudaraan kita, juga mewujudkan semboyan 'man for others'. Seperti biasa kita akan punya Hari De Britto di bulan Februari, HUT Alumni De Britto di bulan Agustus, tetapi terlebih kami mengagendakan beberapa acara yang belum pernah kita selenggarakan. Detailnya akan diumumkan pada Hari De Britto, dan itu akan menjadi rangkaian kegiatan. Rangkaian acara ini, yang panitianya bertugas selama setahun, akan diselingi dengan Pilkadal (Pemilihan Ketua Umum Alumni De Britto) di bulan Agustus 2006. Iya, tugas kami sudah hampir 3 tahun. Silahkan jago Anda mulai dielus-elus.

Bila situs ini sekarang dapat Anda nikmati, ini atas kerja keras beberapa teman menyiapkannya. Kalau belum terlalu bagus, itu karena keterbatasan waktu teman-teman pengelola. Oleh karena itu kami menunggu peran Anda yang mampu, untuk ikut mengurusi website ini. Jangan cuma ide, tetapi terlebih keterlibatan teknis. Sedikit waktu Anda saja, itu sudah cukup.

Sebagai paguyuban alumni, kita juga punya tugas mendukung almamater kita. Sampai beberapa tahun ke depan, Kandang Manuk akan dibangun. Pak Kadi sudah sering melontarkan hal ini, maka marilah: kecik-kecik ning udhu.

Kenapa kita yang sudah meninggalkan Kandang Manuk, harus repot ngurusi, wong kita toh tidak akan menggunakan fasilitas yang ada. Ya kita cuma nyaur utang, bahwa kita pernah menggunakan fasilitas yang kita tidak pernah menyediakan. Banyak orang sebelum kita telah menyediakannya. Nah, kita akan menjadi 'banyak orang sebelum' anak-anak masa mendatang.

Terakhir, adalah refleksi pribadi. Komunitas kita ini sudah demikian besar. Saya yang berego tinggi, terlalu kecil di dalamnya. Sering merasa terlalu berharga, berjasa dan diperlukan oleh Alumni. Seolah-olah Alumni akan bubar kalau saya tidak ada. Nyatanya tidak. Selalu akan ada orang lain yang dapat menggantikan peran bila Anda pergi, apa pun alasannya. Apakah sebagai Ketua, Sekjen, Carik, Admin, Tukang Kompor, Pelucu, semua ada gantinya. Maka kalau ada ketidak-puasan, harus dihadapi dengan kearifan. Konflik harus dianggap sebagai berkah. Kesombongan hanya membuat Anda kerdil.

Lurs,
Semoga Tuhan memberkati kita semua.

Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Kolese De Britto,

A. Bardhono/71,
nomer induk siswa 5216

» kembali ke halaman Petuah dan Nasehat