Rasa wanita

Blog

Jika kau wanita, kau akan ditanya kau ada di mana pada pria
Tanpa kau, wanita, pria dianggap tidak ada
Tepat, tidak ada wanitanya
Ternyata kau, wanita, jadi pelengkap belaka
Tak ada ditanya
Ada dicerca

Ketika pria menggandeng wanita
Dia dielu-elu
Ya, pria itu dielu-elu
Karena kau, wanita, pria itu dielu-elu
Ternyata kau, wanita, hanya dijadikan alasan untuk mengelu-elu
Tak ada kau, wanita, tak ada elu-elu

Kala kau, wanita, sendiri di tepi dahaga
Mulut-mulut pria itu menganga
Seperti hendak menyosor tulang lidahmu
Mulut-mulut pria itu berdaras
Menanti iba kau, wanita, keluar dari kancing igamu
Pria itu memujamu memujamu memujamu
Kau, wanita, hanya untuk dipuja

Wanita, ya kau, wanita
Juga adalah muslihat
Wadah segala tipu daya
Yang jadikan pria tampak seperti terpidana
Wanita, siapa lagi kalau bukan kau, wanita
Ditanya dicerca dielu dipuja karena muslihatmu

Tapi wanita, ya kau, wanita
Tak usah kau usap air mata
Pria-pria itu akan membelamu

[Hari itu aku bersama wanita. Di tengah para pria, 11 februari 2006]