Sebuah jaman adalah sebuah buku. Meski belum tentu menarik, ia selalu bersedia untuk dibaca. Tanggal-tanggal yang telah lampau menjelma menjadi nomor-nomor halaman. Apa yang dilakukan pemimpin, mungkin menjadi judul dari tiap-tiap bab. Dan tentang rakyat, terkadang ia menjelma sekedar sebagai catatan kaki. Ia sebuah buku, dengan daftar isi kemerdekaan atau kolonialisasi. Ia sebuah buku, dengan prolog preambule konstitusi, dengan epilog yang tak pernah pasti.
Blog
Membaca Jaman dari Sajak di Sebuah Buku
johanes kunto - 30 Juni, 2009 - 10:33. BlogSastra Maya, Mana Tanggung Jawabmu?
johanes kunto - 27 Mei, 2009 - 22:26. BlogBandung. Di belakang meja dua kali satu, di sebelah ruang tempat Soekarno pernah membacakan pledoi, petang itu saya menyempatkan diri berbincang dengan dua wanita - yang karena sebuah rezim - suami-suami mereka terpaksa harus membayar lunas sebuah konsekuensi: mati! Saat itu gerimis. Suciwati, istri Alm. Munir, dan Yu Pon, istri Alm. Wiji Thukul, mengerti benar bahwa sikap dan sajak memiliki nafas lebih kuat daripada nama yang tersemat.
Dan Terpujilah Engkau Wahai Binatang Bertaring
johanes kunto - 26 Mei, 2009 - 00:46. BlogDan Terpujilah Engkau Wahai Binatang Bertaring
Dan terpujilah engkau wahai binatang bertaring yang memberi batas hanya dengan mengucurkan air kencing. Karena kamu hanya memberi tanda pada wilayah, bukan mendiskreditkan binatang yang lain. Lihatlah, kami manusia, yang lebih suka menandai kaum dengan mencetak kartu-kartu, lalu membuangnya, atau memisahkannya dengan tembok tinggi atas nama keamanan, ketertiban, keadilan, dan keselamatan negara.
Jangan Berdoa Minta Kesembuhan Jasmani
mBilung 83 - 30 Januari, 2009 - 16:13. Blogtubuh orang saleh bisa sehat, tapi bisa pula sakit
tubuh orang jahat bisa sakit, tapi bisa pula sehat
orang saleh yang sakit-fisik bisa sembuh, tapi juga bisa mati
orang jahat yang sakit-fisik bisa mati, tapi juga bisa sembuh
semua orang, saleh ataupun jahat, jasmaninya pasti akan mati
artinya: Tuhan tidak campur tangan dalam soal kesehatan fisik,
moralitas bukanlah variabel penentu bagi kesehatan jasmani
Jangan Berdoa Untuk Minta Rejeki Ekonomi
mBilung 83 - 19 Januari, 2009 - 02:08. Blogbanyak orang saleh yang kaya, tapi banyak pula yang miskin
banyak orang jahat yang miskin, tapi banyak pula yang kaya
artinya : Tuhan tidak campur tangan dalam soal ekonomi,
moralitas bukanlah variabel penentu bagi kemakmuran
implikasinya : jangan berdoa untuk minta rejeki ekonomi
(percuma, sebab Tuhan akan cuek saja)
mintalah pada Tuhan :
kedamaian hati, ketenangan pikir, kesehatan jiwa,
Kata Mutiara-kah??
nieL aGian - 24 Oktober, 2008 - 00:00. BlogBapa selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anakNya,
sekali pun Dia memberikan yang buruk,
itu akan lebih baik daripada memberikan sesuatu yang baik kepada kita..
Gandhi dan Pendidikan yang Hakiki
johanes kunto - 20 Mei, 2008 - 15:24. BlogSepertinya usia yang sudah 70 tahun tak lagi ia pedulikan. Dari ashram nya di Desa Wardha, ia rela berjalan kaki sejauh 3 mil hanya untuk menjemput Ronald Duncan, seorang mahasiswa muda sekaligus aktivis pemimpin pemogokan buruh di Inggris. Saat melihat kakek tua itu berjalan kaki menjemputnya, Ronald Duncan tergesa turun dari taksi. Kemudian mereka berjalan berdua sambil berdiskusi bagaikan kawan lama tanpa selisih usia. Perjumpaan hangat antar dua insan tak saling kenal ini terjadi tahun 1939 di India, dan kakek tua itu adalah Mahatma Gandhi.
Sing Gumantung Sing...
johanes kunto - 14 Desember, 2007 - 17:37. BlogSing gumantung, sing kesimpar, sing kependem. Untuk bahasa Indonesia, secara bebas dapat diterjemahkan sebagai yang tergantung, yang tergeletak di permukaan, dan terakhir yang terpendam di dalam tanah. Di dalam filosofi Jawa, tiga jenis pala atau umbi itulah yang membagi ranah ilmu kehidupan.
Sing gumantung adalah sesuatu dalam hidup yang sangat mudah terlihat hanya dalam sekilas mata melihat. Seperti buah sukun atau pepaya yang tumbuh berkembang menggantung di dahan, ada banyak ilmu yang mudah dipelajari, mudah dikuasai, hanya dengan memperhatikan secara seksama sesuatu yang kasat oleh mata. Ini juga sebagai titik terluar yang bisa kita ukur dari pribadi seseorang. Menilai jabatan dari bagaimana seorang pribadi berpakaian misalnya.
7 Area Keseimbangan Hidup - Hari Keenam : KARIR
Putera - 15 Juli, 2007 - 19:13. BlogHari Keenam
KARIR
Mencari cara untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik di dalam profesi ataupun karir
Terkadang dalam karir atau profesi kita, kita merasa karir kita sudah mentok. Kita merasa bahwa itulah puncak karir kita dan kita boleh berpuas diri karena di situlah batas kemampuan kita. Apakah memang demikian?
Coba bandingkan dengan cerita berikut :
Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.



