Sing gumantung, sing kesimpar, sing kependem. Untuk bahasa Indonesia, secara bebas dapat diterjemahkan sebagai yang tergantung, yang tergeletak di permukaan, dan terakhir yang terpendam di dalam tanah. Di dalam filosofi Jawa, tiga jenis pala atau umbi itulah yang membagi ranah ilmu kehidupan.
Sing gumantung adalah sesuatu dalam hidup yang sangat mudah terlihat hanya dalam sekilas mata melihat. Seperti buah sukun atau pepaya yang tumbuh berkembang menggantung di dahan, ada banyak ilmu yang mudah dipelajari, mudah dikuasai, hanya dengan memperhatikan secara seksama sesuatu yang kasat oleh mata. Ini juga sebagai titik terluar yang bisa kita ukur dari pribadi seseorang. Menilai jabatan dari bagaimana seorang pribadi berpakaian misalnya.


