<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE rss [<!ENTITY % HTMLlat1 PUBLIC "-//W3C//ENTITIES Latin 1 for XHTML//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml-lat1.ent">]>
<rss version="2.0" xml:base="http://debritto.net">
<channel>
 <title>debritto.net - Blog</title>
 <link>http://debritto.net/taxonomy/term/9/0</link>
 <description></description>
 <language>id</language>
<item>
 <title>Membaca Jaman dari Sajak di Sebuah Buku</title>
 <link>http://debritto.net/isi/membaca_jaman_dari_sajak_di_sebuah_buku</link>
 <description>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Sebuah jaman adalah sebuah buku.&lt;/b&gt; Meski belum tentu menarik, ia selalu bersedia untuk dibaca. Tanggal-tanggal yang telah lampau menjelma menjadi nomor-nomor halaman. Apa yang dilakukan pemimpin, mungkin menjadi judul dari tiap-tiap bab. Dan tentang rakyat, terkadang ia menjelma sekedar sebagai catatan kaki. Ia sebuah buku, dengan daftar isi kemerdekaan atau kolonialisasi. Ia sebuah buku, dengan prolog preambule konstitusi, dengan epilog yang tak pernah pasti.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Tue, 30 Jun 2009 10:33:09 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Sastra Maya, Mana Tanggung Jawabmu?</title>
 <link>http://debritto.net/isi/sastra_maya_mana_tanggung_jawabmu</link>
 <description>&lt;p&gt;Bandung. Di belakang meja dua kali satu, di sebelah ruang tempat Soekarno pernah membacakan pledoi, petang itu saya menyempatkan diri berbincang dengan dua wanita - yang karena sebuah rezim - suami-suami mereka terpaksa harus membayar lunas sebuah konsekuensi: mati! Saat itu gerimis. Suciwati, istri Alm. Munir, dan Yu Pon, istri Alm. Wiji Thukul, mengerti benar bahwa sikap dan sajak memiliki nafas lebih kuat daripada nama yang tersemat.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Wed, 27 May 2009 22:26:15 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Dan Terpujilah Engkau Wahai Binatang Bertaring</title>
 <link>http://debritto.net/isi/dan_terpujilah_engkau_wahai_binatang_bertaring</link>
 <description>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Dan Terpujilah Engkau Wahai Binatang Bertaring &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dan terpujilah engkau wahai binatang bertaring yang memberi batas hanya dengan mengucurkan air kencing. Karena kamu hanya memberi tanda pada wilayah, bukan mendiskreditkan binatang yang lain. Lihatlah, kami manusia, yang lebih suka menandai kaum dengan mencetak kartu-kartu, lalu membuangnya, atau memisahkannya dengan tembok tinggi atas nama keamanan, ketertiban, keadilan, dan keselamatan negara.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Tue, 26 May 2009 00:46:40 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Jangan Berdoa Minta Kesembuhan Jasmani</title>
 <link>http://debritto.net/isi/jangan_berdoa_minta_kesembuhan_jasmani</link>
 <description>&lt;p&gt;tubuh orang saleh bisa sehat, tapi bisa pula sakit&lt;br /&gt;
tubuh orang jahat bisa sakit, tapi bisa pula sehat&lt;br /&gt;
orang saleh yang sakit-fisik bisa sembuh, tapi juga bisa mati&lt;br /&gt;
orang jahat yang sakit-fisik bisa mati, tapi juga bisa sembuh&lt;br /&gt;
semua orang, saleh ataupun jahat, jasmaninya pasti akan mati&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;artinya: Tuhan tidak campur tangan dalam soal kesehatan fisik,&lt;br /&gt;
moralitas bukanlah variabel penentu bagi kesehatan jasmani&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Fri, 30 Jan 2009 16:13:35 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Jangan Berdoa Untuk Minta Rejeki Ekonomi</title>
 <link>http://debritto.net/isi/jangan_berdoa_untuk_minta_rejeki_ekonomi</link>
 <description>&lt;p&gt;banyak orang saleh yang kaya, tapi banyak pula yang miskin&lt;br /&gt;
banyak orang jahat yang miskin, tapi banyak pula yang kaya&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;artinya : Tuhan tidak campur tangan dalam soal ekonomi,&lt;br /&gt;
moralitas bukanlah variabel penentu bagi kemakmuran&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;implikasinya : jangan berdoa untuk minta rejeki ekonomi&lt;br /&gt;
(percuma, sebab Tuhan akan cuek saja)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;mintalah pada Tuhan :&lt;br /&gt;
kedamaian hati, ketenangan pikir, kesehatan jiwa,&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Mon, 19 Jan 2009 02:08:37 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Kata Mutiara-kah??</title>
 <link>http://debritto.net/isi/kata_mutiara_kah</link>
 <description>&lt;p&gt;Bapa selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anakNya,&lt;br /&gt;
sekali pun Dia memberikan yang buruk,&lt;br /&gt;
itu akan lebih baik daripada memberikan sesuatu yang baik kepada kita..&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Fri, 24 Oct 2008 00:00:41 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Gandhi dan Pendidikan yang Hakiki</title>
 <link>http://debritto.net/isi/gandhi_dan_pendidikan_yang_hakiki</link>
 <description>&lt;p&gt;&lt;em &gt;Sepertinya usia yang sudah 70 tahun tak lagi ia pedulikan. Dari ashram nya di Desa Wardha, ia rela berjalan kaki sejauh 3 mil hanya untuk menjemput Ronald Duncan, seorang mahasiswa muda sekaligus aktivis pemimpin pemogokan buruh di Inggris.  Saat melihat kakek tua itu berjalan kaki menjemputnya, Ronald Duncan tergesa turun dari taksi. Kemudian mereka berjalan berdua sambil berdiskusi bagaikan kawan lama tanpa selisih usia. Perjumpaan hangat antar dua insan tak saling kenal ini terjadi tahun 1939 di India, dan kakek tua itu adalah Mahatma Gandhi.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Tue, 20 May 2008 15:24:05 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Sing Gumantung Sing...</title>
 <link>http://debritto.net/isi/sing_gumantung_sing</link>
 <description>&lt;p&gt;Sing gumantung, sing kesimpar, sing kependem.  Untuk bahasa Indonesia, secara bebas dapat diterjemahkan sebagai yang tergantung, yang tergeletak di permukaan, dan terakhir yang terpendam di dalam tanah. Di dalam filosofi Jawa, tiga jenis pala atau umbi itulah yang membagi ranah ilmu kehidupan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sing gumantung adalah sesuatu dalam hidup yang sangat mudah terlihat hanya dalam sekilas mata melihat. Seperti buah sukun atau pepaya yang tumbuh berkembang menggantung di dahan, ada banyak ilmu yang mudah dipelajari, mudah dikuasai, hanya dengan memperhatikan secara seksama sesuatu yang kasat oleh mata. Ini juga sebagai titik terluar yang bisa kita ukur dari pribadi seseorang. Menilai jabatan dari bagaimana seorang pribadi berpakaian misalnya.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Fri, 14 Dec 2007 17:37:34 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>7 Area Keseimbangan Hidup - Hari Keenam : KARIR</title>
 <link>http://debritto.net/isi/7_area_keseimbangan_hidup_hari_keenam_karir</link>
 <description>&lt;p&gt;Hari Keenam&lt;br /&gt;
KARIR&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mencari cara untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik di dalam profesi ataupun karir&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terkadang dalam karir atau profesi kita, kita merasa karir kita sudah mentok. Kita merasa bahwa itulah puncak karir kita dan kita boleh berpuas diri karena di situlah batas kemampuan kita. Apakah memang demikian?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Coba bandingkan dengan cerita berikut :&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Sun, 15 Jul 2007 19:13:22 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Perhentian Kecil yang Besar</title>
 <link>http://debritto.net/isi/perhentian_kecil_yang_besar</link>
 <description>&lt;p&gt;Kota Magelang memang tak segemerlap Jakarta. Tapi, dalam ketidakgemerlapan itu, ada tersimpan rahasia hidup. Tersimpan rapi, meski bisa diintip.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kami, aku dan dua manuk seangkatan, bersama seorang istri di antara keduanya, malam itu meluncur ke Magelang dari Jogja. Tujuannya sebuah warung makan di depan Kantor Jamsostek Magelang, samping depan RS Tidar. Warung makan bernama &quot;Madukoro&quot; itu menghidangkan makanan serba ayam. Yang istimewa adalah steak ayam. Dan yang jauh lebih istimewa adalah kokinya, manuk angkatan kami. &lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Tue, 17 Apr 2007 12:55:38 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Nasehat dan Doa dari Bekas Pacar untuk Kesayangannya</title>
 <link>http://debritto.net/isi/nasehat_dan_doa_dari_bekas_pacar_untuk_kesayangannya</link>
 <description>&lt;p&gt;Sayangku, &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Enggan kulupakan,&lt;br /&gt;
bahkan ingin selalu aku mengenangmu&lt;br /&gt;
sebagai sebentuk keindahan&lt;br /&gt;
yang senantiasa mengiringi perjalananku..&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun jika kamu ingin lupakan aku,&lt;br /&gt;
ijinkanlah aku memberi nasehat dan doa&lt;br /&gt;
selayaknya sebuah pesan terakhir&lt;br /&gt;
untuk seseorang yang terkasih - menjelang kepergiannya..&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Aku sungguh berharap akan kebahagiaanmu&lt;br /&gt;
selepas kebersamaan kita pada waktu yang telah lalu&lt;br /&gt;
Percayalah bahwa doa-doa dari orang-orang yang mengasihi kita&lt;br /&gt;
akan memberi kita kekuatan untuk jalani hidup&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Mon, 08 May 2006 04:16:47 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Manajemen Ekspektasi dan Berpikir Gradasi</title>
 <link>http://debritto.net/isi/manajemen_ekspektasi_dan_berpikir_gradasi</link>
 <description>&lt;p&gt;Dalam kehidupan kita, banyak kejadian kejadian yang jauh dari harapan kita. Akibatnya bisa menyebabkan kita stress, sedih, frustasi, bahkan kalau terlalu dalam bisa membuat kita gila. Saya akan coba mengulas tentang manajemen ekspektasi dan berpikir gradasi. Sebuah solusi? Silakan anda yang memutuskan sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya coba perkenalkan dulu beberapa istilah &amp;quot;Das Sollen&amp;quot; = yang seharusnya terjadi dan &amp;quot;Das Sein&amp;quot; = yang sebenarnya terjadi. Bayangkan kita dalam suatu situasi dimana plan sudah disiapkan dengan matang, ekspektasi kita adalah &amp;quot;Das Sollen&amp;quot; ternyata hasil akhirnya jauh dari ekspektasi kita &amp;quot;Das Sein&amp;quot;. Kalau kita tidak siap dengan &amp;quot;Das Sein&amp;quot;, akan banyak ekses terhadap diri kita seperti tersebut di atas.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Thu, 23 Feb 2006 05:42:37 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>And The Oscar Goes to ...................</title>
 <link>http://debritto.net/isi/and_the_oscar_goes_to</link>
 <description>&lt;p&gt;Menjadi Nominator Oscar sudah pasti menjadi kebanggaan dan idaman seluruh actor/actress sebagai penghargaan dalam profesi mereka. Jerih payah mereka untuk mengekspresikan diri berbuah dengan adanya pengakuan dari dunia akan eksistensi mereka di dunia perfilman dan hati mereka berdebar-debar ketika mendengar kata-kata &amp;quot;and the oscar goes to .......&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pernahkah berpikir dalam hidup sehari-hari, kita banyak menjadi nominator sadar dan tidak sadar. Besar atau kecil skalanya bukan menjadi masalah tetapi apresiasi orang terhadap kita yang perlu kita lihat hikmahnya. Mungkin bagi kita penghargaan atas prestasi sekecil apapun adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk melangkah lebih yakin dalam menjalani kehidupan.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Thu, 23 Feb 2006 05:17:58 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Rasa wanita</title>
 <link>http://debritto.net/isi/rasa_wanita</link>
 <description>&lt;p&gt;Jika kau wanita, kau akan ditanya kau ada di mana pada pria&lt;br /&gt;
Tanpa kau, wanita, pria dianggap tidak ada&lt;br /&gt;
Tepat, tidak ada wanitanya&lt;br /&gt;
Ternyata kau, wanita, jadi pelengkap belaka&lt;br /&gt;
Tak ada ditanya&lt;br /&gt;
Ada dicerca&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Wed, 22 Feb 2006 09:19:06 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Surat Kepada Ibu Pertiwi</title>
 <link>http://debritto.net/isi/surat_kepada_ibu_pertiwi</link>
 <description>&lt;p&gt;yogyakarta, 24 nopember 2005&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;kepada ibu pertiwi,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;ibu,&lt;br /&gt;
hari-hari telah banyak memberiku kesadaran&lt;br /&gt;
tentang tubuh kita yang telah rapuh-remuk,&lt;br /&gt;
separuh membusuk&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;aku paham,&lt;br /&gt;
jika karena kenyataan itu ibu menangis&lt;br /&gt;
karena kita memang perlu menangis&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;peduli setan dengan segala kegagahan yang sombong!&lt;br /&gt;
sesekali kita perlu bersembunyi,&lt;br /&gt;
di atas lubang jamban di kamar mandi&lt;br /&gt;
atau saat membenamkan wajah,&lt;br /&gt;
ke bantal, ke guling, ke kasur&lt;br /&gt;
untuk menangis dengan sepenuh hati&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/blog">Blog</category>
 <pubDate>Fri, 17 Feb 2006 23:57:43 +0700</pubDate>
</item>
</channel>
</rss>
