Drs Lambang Babar Purnomo (56), saksi ahli kasus pemalsuan arca di Museum Radya Pustaka Solo ditemukan luka parah dan akhirnya tewas di RS Sardjito Yogyakarta, Sabtu (9/2). Meski keterangan sementara menyebutkan korban yang menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah mengalami kecelakaan, namun polisi juga menaruh kecurigaan adanya unsur pembunuhan terkait posisi korban sebagai saksi ahli tersebut.
Peristiwa
Ibu Puji Lestari dan Keluarganya
bardhono - 10 Maret, 2007 - 10:05. Peristiwa
Di dalam acara pertemuan hari peringatan St. Yohanes De Britto di Jakarta, Minggu 25/02/07 mas Krisbiantoro cerita tentang kedatangan Ibu Puji Lestari dan suami nya Haryanto serta ketiga anaknya. Ibu Puji Lestari mengaku bahwa dia adalah mantan guru SMA Kolese De Britto. Mereka datang kepada mas Kris untuk meminta bantuan finansial dengan bermacam cerita dan ilustrasi yang menyedihkan. Oleh Mas Krisbiantoro mereka dibantu secukupnya. Lalu ada Romo Teguh Budiarto dari Cililitan juga bercerita hal yang sama yang terjadi beberapa minggu sebelumnya. Romo Teguh yang biasa disebut Romo mBantul bahkan membantu permintaan ibu Puji uang untuk kembali ke Jogja. Nyatanya mereka tidak pernah pulang ke Jogja, bahkan melanjutkan bisnisnya memburu bantuan dari para alumni SMA De Britto.
Gempa di Jogja
Fajar - 29 Mei, 2006 - 17:52. PeristiwaDari Pak Kadi
Lurs...
Terima kasih atas perhatian dan simpati SEMUA teman-teman atas musibah gempa di Yogya-Jateng. Minta maaf sejak Sabtu pagi HP tidak bisa mereply sms yang masuk. Listrik mati. Semua panik.
Sabtu pagi (27/5) saya sudah bangun jam 04.00, masak untuk makan pagi, bersih-bersih ini dan itu, mandi dan 05.40 siap makan pagi. Sekitar 05.50, duduk di meja makan, baru 3 suapan nasi masuk ke mulut, tiba-tiba rumah seperti digoncang, alat makan di buffet langsung tumpah. Saya lari ke luar disusul anak saya, ternyata genting-genting rontok, air tandon untuk masak tumpah terlempar bersama dengan drumnya, botol besar untuk air destilasi terlempar dan pecah meledak, suara barang-barang jatuh dan bangunan roboh sangat mengejutkan. Saya tidak tahu akan berbuat apa selain memegang tangan anak saya di halaman belakang rumah dan berkata pada anak saya, "Gempa,Wuk!". (Seumur-umur baru kali ini mengalami gempa sedahsyat ini)



