Gambar Kampus Kolese de Britto

Selamat datang di debritto.net

debritto.net adalah media komunikasi dan informasi Komunitas Alumni SMA Kolese De Britto.

Kampus SMA Kolese De Britto terletak di Jalan Laksda Adisucipto 161, Yogyakarta, Indonesia.

Informasi lebih lanjut tentang situs ini terdapat pada halaman tentang debritto.net

Seminar Sehari Persiapan Pensiun

Peristiwa


Teman-teman Alumni De Britto,
Dalam karier kita pasti suatu waktu datang masanya berhenti, pensiun. Kadang kita bingung mau berbuat apa sesudahnya, meski ada juga yang tidak bingung. Pasti kita memerlukan persiapan, entah lahir maupun batin.
Alumni De Britto Chapter Jakarta akan menyelenggarakan Seminar Sehari tentang Persiapan Pensiun, untuk para calon pensioner alumni De Britto. Atau simpatisannya juga boleh.

Chapter Semarang

Berita dan Pengumuman

Hari senin tanggal 13 Oktober 2008, beberapa alumni (21 orang ) berkumpul untuk mencoba buat Ikatan Alumni untuk chapter Semarang. Yang datang, tertua angkatan 69 dan termuda 94. Sebenarnya banyak alumni yang beredar di Semarang, tetapi mereka belum bisa gabung. Malam itu diputuskan untuk membentuk kepengerusan sederhana. Lurah-e : Bagus Wismanto (79), Carik-e ferdinand (90), Sing ngurusi duit-e Okky GP (88). Selanjutnya kami sepakat untuk membuat pertemuan rutin paling tidak setahun sekali, dan tahun depan kami akan nglurug ke adi sucipto 161.

Dari Lustrum ke-12: Akar Yang Masih Tetap Bersulur

Serba-serbi

Akar Yang Masih Tetap Bersulur

Sebuah harapan besar ketika tunas-tunas humanisme itu masih selalu bersemi di negeri yang sedang mengalami “perang dingin” kerukunan ini. Dari tanda-tanda kehidupan baru itu tumbuh asa yang mampu menyembuhkan luka atas kepercayaan yang dirusak oleh segelintir orang.

Lustrum XII dan Reuni Akbar

Serba-serbi

Misa Lustrum XII dan Reuni Akbar
Itu adalah momen yang tak terlupakan. Istimewa. Momennya sendiri memang sudah istimewa, yaitu Lustrum ke 12. Namun acara dan suasana berhasil membuat lebih istimewa lagi. Puncak rangkaian Lustrum 12 dan Reuni Akbar di hari Sabtu tanggal 23 Agustus 2008, dipuncaki dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Agung Semarang Mgr. Ignatius Suharyo Pr. Beliau didampingi oleh Provinsial SJ Riyo Mursanto SJ, Rektor De Britto Ageng Marwoto SJ dan pastor-pastor alumni dan yang pernah atau sedang berkarya di De Britto, total 22 imam.

Beasiswa Debritto

Ikatan Alumni JB

Komite Beasiswa Paguyuban Alumni de Britto punya gawe..

Gandhi dan Pendidikan yang Hakiki

Blog

Sepertinya usia yang sudah 70 tahun tak lagi ia pedulikan. Dari ashram nya di Desa Wardha, ia rela berjalan kaki sejauh 3 mil hanya untuk menjemput Ronald Duncan, seorang mahasiswa muda sekaligus aktivis pemimpin pemogokan buruh di Inggris. Saat melihat kakek tua itu berjalan kaki menjemputnya, Ronald Duncan tergesa turun dari taksi. Kemudian mereka berjalan berdua sambil berdiskusi bagaikan kawan lama tanpa selisih usia. Perjumpaan hangat antar dua insan tak saling kenal ini terjadi tahun 1939 di India, dan kakek tua itu adalah Mahatma Gandhi.

JELITA BERAMBUT EKOR KUDA

Budaya

Oleh: Yo. Prihardianto

Oye rupa, oke suara. Tak heran jika jagad menyukainya.
Dan seperti layaknya selebriti, perjalanan hidupnya
dipenuhi kabar-kabari, kabar skandal, sas-sus dsb.
Siapakah gerangan dia?

PIDATO KEPSEK

Pendidikan

(FX Purwoko Sumowijoyo)

Menyambut UN yang sebentar lagi datang, Pak Kepsek berpidato di depan siswa-siswa kelas IX (3 SMP). Dengan suara berwibawa, dinasehatinya anak-anak (begitulah ia memanggil murid-muridnya): “Anak-anak, sebentar lagi kalian menghadapi UN. Seperti telah Bapak sampaikan berkali-kali, kali ini pun Bapak mengingatkan kalian untuk tetap menjadi pemberani. Beranilah menjadi diri sendiri! Belajarlah untuk diri sendiri! Kerjakan semua soal sendiri! Andalkan kemampuan kalian sendiri!”

Crito mlarat kesrakat jaman dulu, kenangan indah masa kini.

Pendidikan

Jaman dulu semua orang itu susah, dan alhamdulilah kita berhasil melewatinya. Namun, mas-kangmas, mas-dimas, ternyata jaman susah kita dulu, ini juga dialami adik-adik kita yang sekolah di JB saat ini.

Kalau dulu mungkin situasinya lebih "mudah", karena hampir semua mengalami mlarat bersama, namun kalau sekarang?