Gambar Kampus Kolese de Britto

Selamat datang di debritto.net

debritto.net adalah media komunikasi dan informasi Komunitas Alumni SMA Kolese De Britto.

Kampus SMA Kolese De Britto terletak di Jalan Laksda Adisucipto 161, Yogyakarta, Indonesia.

Informasi lebih lanjut tentang situs ini terdapat pada halaman tentang debritto.net

Kaya Vs. Miskin

Cerpen

Marbun mengira hidupnya susah semata-mata karena tak punya uang, “Hidup orang miskin harus banyak peras keringat, sering-sering bingung cari hutangan, yang mau dihutangi belum tentu punya uang, yang punya uang belum tentu mau memberi hutang. Kalau belum mengembalikan, mau bertemu pun terasa malu, terpaksa kucing-kucingan. Mau bersedekah tidak bisa. Bayangkan kalau kita kaya, pilihan kita lebih banyak: mau hura-hura, beramal, bercita-cita memajukan masyarakat, itu hal gampang!”

Global Warming: Bisakah dunia diselamatkan dengan gosok gigi?

Opini


Lho,apa hubungannya? Itu cuma menggabungkan beberapa berita dengan konteks global warming. Beberapa hari lalu saya baca di Kompas tentang Jennifer Aniston yang demi mengurangi gejala global warming rela menggosok gigi di bawah shower, ketimbang mengambil air khusus hanya untuk gosok gigi. Katanya juga mandi dengan shower lebih irit air daripada dengan gayung atau bak mandi yang jumlah airnya setara dengan kebutuhan air sekampung di Afrika. Ah, baik benar Jennifer Aniston.

Pelangi dari Perut Bumi

Budaya

Oleh: Prihardianto

Permata, siapa yang tak suka. Kilat maupun warnanya, wow… cantik nian. Seandainya bumi ini transparan tentu kita akan dapat menyaksikan merah, biru, hijau atau kuningnya batu-batu mulia itu di tempat asalnya nun jauh di kedalaman sana. Sayang keadaan tidaklah demikian. Perut bumi yang padat dan gelap telah menyembunyikan pesonanya selama jutaan masa. Oleh karenanya kita menjadi takjub tak terkira ketika batu warna-warni bak pelangi itu muncul ke permukaan. Di bawah cahaya sinar matahari, mereka seakan berlomba memamerkan keindahannya.

Mbako Tingwe

Serba-serbi

HEMAT & NIKMAT NGROKOK TINGWE... , NGAPA TIDAK?

Oleh: Yo. Prihardianto

Merokok? ….enak tenaaan! Itu kata mereka yang nggebis, termasuk saya. Kita para penggebis mampu menghabiskan 30 hingga 40 batang rokok sehari. Sungguh percuma menghimbau kita untuk berhenti merokok. Walau ditatar dengan 1001 macam fakta soal bahaya merokok masih saja kita klepas-klepus ngrokok. Abis enak sih! Begitu alasan kita tanpa penjabaran lebih jauh. Waton ngeyel memang, tapi ya seperti itulah sikap lebih dari 140 juta pecandu rokok seperti kita di Indonesia.

Air Kata-kata

Cerpen

Malam itu jalanan Malioboro terasa lengang. Belum lama berselang terjadi perkelahian yang menewaskan salah seorang yang terlibat. Ambulans telah pergi membawa korban yang tewas tertikam sementara penikamnya terbang pergi entah kemana. Kerumunan telah usai. Orang-orang yang biasa nongkrong begadangan kehilangan selera mengencani malam. Beberapa di antara mereka diminta ikut ke kantor polisi untuk memberi keterangan sebagai saksi. Pun malam sudah terlalu larut untuk orang nikmati jajan lesehan. Tinggal sunyi yang tersisa.

Perhentian Kecil yang Besar

Blog

Kota Magelang memang tak segemerlap Jakarta. Tapi, dalam ketidakgemerlapan itu, ada tersimpan rahasia hidup. Tersimpan rapi, meski bisa diintip.

Kami, aku dan dua manuk seangkatan, bersama seorang istri di antara keduanya, malam itu meluncur ke Magelang dari Jogja. Tujuannya sebuah warung makan di depan Kantor Jamsostek Magelang, samping depan RS Tidar. Warung makan bernama "Madukoro" itu menghidangkan makanan serba ayam. Yang istimewa adalah steak ayam. Dan yang jauh lebih istimewa adalah kokinya, manuk angkatan kami.

Ibu Puji Lestari dan Keluarganya

Peristiwa

A. Bardhono
Di dalam acara pertemuan hari peringatan St. Yohanes De Britto di Jakarta, Minggu 25/02/07 mas Krisbiantoro cerita tentang kedatangan Ibu Puji Lestari dan suami nya Haryanto serta ketiga anaknya. Ibu Puji Lestari mengaku bahwa dia adalah mantan guru SMA Kolese De Britto. Mereka datang kepada mas Kris untuk meminta bantuan finansial dengan bermacam cerita dan ilustrasi yang menyedihkan. Oleh Mas Krisbiantoro mereka dibantu secukupnya. Lalu ada Romo Teguh Budiarto dari Cililitan juga bercerita hal yang sama yang terjadi beberapa minggu sebelumnya. Romo Teguh yang biasa disebut Romo mBantul bahkan membantu permintaan ibu Puji uang untuk kembali ke Jogja. Nyatanya mereka tidak pernah pulang ke Jogja, bahkan melanjutkan bisnisnya memburu bantuan dari para alumni SMA De Britto.

Ngesax…, Amboi Rasanya !

Budaya

Ngesax, nyaxophone atau main saxophone, katanya sih mengasyikkan. Itu pancen ho’o! Lha wong baru dengar suaranya saja kita sudah senang, apalagi kalau bisa memainkan…, wow! Dan bagi yang keranjingan, seminggu tidak ngesax, rasanya setengah mati, persis orang ketagihan extasi.

AWAL CERITA

Penginnya sih sejak kelas 6 SD, tapi baru terwujud setelah 20 tahun kemudian. Gile!... Senengnya pol. Degdegan hati ini ketika pertama kali melihatnya. Saxophone itu melingkar di dalam kopor persis seperti ular Anaconda. Tak jemu mata ini memandang. Makin dipandang dia makin mempesona. Pucuknya melengkung, kemudian melurus dan lalu melengkung lagi. Bonggolnya melebar seperti bunga sedang mekar. Batangnya dipenuhi pilar serta lubang. Ada semacam sulur yang menjulur julur. Dirongganya ada bekas sarang laba-laba, pertanda benda itu lama tak diurus. Kacian…. Saxophone Tenor second hand itu ternyata masih berfungsi dan masih bisa bernyanyi.

Kisah Seruling yang Digemari Wanita

Budaya

Suaranya jernih menghanyutkan. Membawa kita ke suasana dan tempat yang damai dan tenang. Hmmm…uenak tenaaan. Seruling, suling atau flute memang selalu enak. Enak didengar, enak dimainkan. Apa yang membuatnya jadi begitu istimewa?

Suara tiupan seruling bak buluh perindu. Mengalun merdu ketika mengiringi Sundari Sukoco menyanyi lagu keroncong. Sundari memang oke, tapi musik keroncong tanpa suara flute…, no way, bagai rendang tanpa rasa cabe. Bukan hanya keroncong. Ia juga eksis dalam musik klasik, pop maupun jazz. Berkat alunan suaranya, musik-musik itu melahirkan nuansa romantis, lembut, hangat, berbunga-bunga. Indah.