Gambar Kampus Kolese de Britto

Selamat datang di debritto.net

debritto.net adalah media komunikasi dan informasi Komunitas Alumni SMA Kolese De Britto.

Kampus SMA Kolese De Britto terletak di Jalan Laksda Adisucipto 161, Yogyakarta, Indonesia.

Informasi lebih lanjut tentang situs ini terdapat pada halaman tentang debritto.net

Pekerjaan

Opini

FX Purwoko Sumowijoyo
Pundee Associates

fxp KERJA BUAT APA? Kalau ditanya kerja buat apa, mungkin Anda akan serta-merta menjawab (sambil sedikit berang): "Kerja buat apa? Pertanyaan mbocahi itu! Buat apa lagi kalau bukan duit? Kan sudah jelas itu!"

Sebentar, sebentar ... Boleh-boleh saja, tetapi mestinya Anda pernah mendengar istilah post power syndrome. Nah, berarti sebenarnya, pekerjaan itu more than just for a money, lebih dari sekedar duit. Dari gejala yang banyak dialami pekerja yang memasuki masa pensiun itu, paling tidak kita bisa tahu bahwa pekerjaan itu juga power, apalagi bila status strukturalnya tinggi.

Seorang Panchali Bersuami Lima Pandawa

Cerpen

Di Panchala sebuah sayembara diadakan,
dan di TV berteriak iklan-iklan:

DATANGLAH. DRUPADI DEWI MENANTI DIPERISTRI.

Tak ketinggalan,
berbunyi handphone para ksatria
- dah liat iklan? gmn? lu ikutan? :p

Maka riuhlah arena.
Tiga DJ ibukota ligat merumat irama.
Drum n bass, tribal, ambient atau apalah.
Sebut saja. Mereka akan memainkannya.

Kisah tentang Hak Cipta dan Dilemanya

Budaya

Tulisan ini bukan mengada-ada, melainkan bercerita tentang persoalan yang diselesaikan secara mengambang. Mengapa dikatakan begitu? Sebabnya adalah keterlanjuran dalam cara pandang nilai-nilai dan etika pada suatu komunitas masyarakat tertentu. Wah, serius? Bagaimana sih ceritanya? Baiklah, cerita akan segera dimulai.
 

Awal mulanya

Pada tahun 1990, ada sekelompok manusia muda berkumpul dan menggagas bersama. Yang digagas adalah upaya mengolah kekayaan ragam budaya yang terdapat di negeri ini - terutama ragam motif/corak kedaerahan - untuk diangkat menjadi tema suatu produk yang dapat dipergunakan sehari-hari. Lalu, media apakah yang dipilih? Disepakati bersama bahwa media yang dipilih adalah t-shirt, atau kaos oblong dalam bahasa kita.

YUK, MAIN SAXOPHONE!

Budaya

Baritone Sax

Oleh: Y. Prihardianto

Prihardianto adalah alumnus JB 76/77, putra dari almarhum Bapak Suharno, guru Bahasa Indonesia.

Melihat sosoknya, sepertinya susah untuk dimainkan. Berat dan rumit, serta butuh napas yang panjang. Tapi kesan pertama sering menipu. Main saxophone ternyata mudah dan bisa dilakukan sambil cengar-cengir.

Meski termasuk keluarga alat musik tiup kayu, tapi tidak pernah dijumpai saxophone yang terbuat dari kayu. Saxophone dibuat dari kuningan mengingat sifatnya yang mudah dibentuk. Ada banyak macam saxophone, ada yang lurus seperti yang ditiup Kenny G., ada pula yang melengkung kayak yang dimainkan Dave Koz atau almarhum Embong Rahardjo.

Konser Vokal "Man for Others"

Berita dan Pengumuman

Lur-dulur yang terkasih,
gambar cello
Bersama ini kami Panitia Malam Konser Vokal "MAN FOR OTHERS" Alumni Kolese de Britto, mengundang seluruh Keluarga Besar Alumni JB untuk menghadiri dan meramaikan:

Acara :

     Konser Vokal Klasik dengan iringan Piano dan Cello

Pelaksanaan :

  • Waktu: Rabu, 7 Juni 2006, pukul 19.00 – 21.00 WIB
  • Tempat: Goethe Institute, Jl. Sam Ratulangi, Jakarta Pusat

Himne ‘Requiem’ Guru

Pendidikan

Guru tidak lagi bangga dengan profesinya. Itulah realita yang layak dicatat di balik fenomena alih profesi guru di Sulawesi Tenggara (Sultra) beberapa waktu lalu. Sejak pemerintah memberlakukan otonomi daerah, berbondong-bondong guru meninggalkan ruang-ruang kelas dan bersaing masuk ke instansi pemerintah non-kependidikan.

Alhasil, beberapa sekolah di Sultra terancam kehabisan guru. Padahal dalam data tahun 2002 tercatat bahwa di Kabupaten Buton saja, kekurangan guru untuk berbagai tingkat pendidikan mencapai 1.600 orang lebih (Jurnal Celebes online, 4 Mei 2004). Lalu, bagaimana kondisinya setelah otonomi daerah diberlakukan? Meski bukan didasarkan pada hasil penelitian yang mendalam, Asyar dalam Waspada online (10 Februari 2004) dengan tegas mensinyalir bahwa tahun 2020 Indonesia akan kehabisan guru.

Selamat Paskah

Budaya

Lurs,

Christ

Malam Paskah 2006 yang lalu di kapel paroki kami yang kapasitas hariannya hanya 400 orang, dijejali oleh l.k 1200 umat. Tentu saja tidak semua disesak-sesakkan di dalam kapel, tapi sebagian besar kami tempatkan di bawah tenda luar. Sejak sore hujan rintik2, lalu mulai jam 5-an hujan deras sekali, dan menjelang misa jam 7 hujan reda hingga berhenti sama sekali. Ingatan saya mencatat bahwa perayaan2 Natal, Kamis Putih, Malam Paskah, pernah hujan dan pernah tidak. Tapi setiap upacara Jumat Agung belum pernah hujan, hanya mendung dan pernah hujan setelah upacara selesai. Mungkin saja cuma koinsiden, kebetulan.

SMA de Britto Merajai Lomba Debat Pangan

Berita dan Pengumuman

Sumber berita ini http://www.unika.ac.id/warta/22032006.htm (beberapa diedit oleh Bpk Prih Adiartanto karena penulisan salah). Sebelumnya, beberapa minggu yang lalu, tim ini juga menjuarai lomba debat ekonomi di UI jakarta (juara 3).

Tim SMA Kolese de Britto Yogyakarta berhasil merajai lomba debat Pangan antar SMA se-Jateng dan DIY bertema Penggunaan zat Additive Pada Makanan. Tim SMA Kolese de Britto berhasil merebut pemenang pertama dan ketiga dalam lomba yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNIKA Soegijapranata, Selasa (21/3).

Menunggu Kematian Guru

Pendidikan

Catatan Carik: Masih seputar diskusi dengan topik pendidikan, tidak ada salahnya kita tampilkan tulisan lama (2002) dari salah seorang guru Kandang Manuk (penulis adalah guru dan staf Litbang SMU Kolese de Britto Yogyakarta). Tulisan ini pernah dimuat di SUARA PEMBARUAN DAILY, bulan Desember tahun 2002. Sekaligus bisa kita amati bersama, apakah sudah ada perubahan (baca: perbaikan) sejak tahun 2002 hingga saat ini.