AHLI MANGAN

Jam terbang tak bisa menipu. Wartawan Andreas Maryoto satu ini contohnya. Dari sekian pembicara dalam orientasi profesi untuk siswa kelas XII SMA Kolese de Britto ini ia ciamik menunjukkan kepiawaiannya dalam menyampaikan kesan. Apalagi dipandu oleh guru yang penulis Kompas St Kartono.

Umumnya pembicara, pesan puncak dari suatu materi adalah rumusan yang dahsyat lagi menggelegar. Tandanya terang: tepuk tangan yang membahana.

Tidak dengan wartawan Kompas yang sudah mendeklarasikan sebagai penulis sejarah kuliner ini. Baginya, ketika tulisan-tulisannya tentang pangan bisa mempengaruhi kebijakan negara, itu berharga namun biasa. Ketika ia diundang Presiden Jokowi untuk mendiskusikan topik-topik penting yang ditulisnya, itu juga biasa. Apalagi, pengalaman keliling dunia menyambangi 50 negara untuk tugas-tugas jurnalistik, itu berkat yang patut disyukuri namun tak menyebabkannya menghentikan perjalanan.

Wong ndeso asal Wonosobo yang kuliah lagi demi bisa memahami dunia generasi milenial ini terus mencari apa sejatinya pencapaian puncak hidup yang akan membuatnya berhenti. Pencarian itu ia tandai dengan undur diri dari jabatan kepala desk ekonomi di koran tempatnya berkarier setelah setahun menganggur usai lulus dari Universitas Gadjah Mada.

“Waktu kuliah teknologi pangan di UGM saya tidak bangga,” ungkapnya. Dan ia bertahan saja. Lama-lama, ia bangga juga. Lebih-lebih ketika ia menemukan bahwa tak ada referensi tentang sejarah pangan di Indonesia. Ia pun mendeklarasikan diri sebagai ahli sejarah pangan. Sebut saja kemudian profesinya adalah “ahli mangan”.

“Yang penting jangan jadi generasi imbas-imbis!” Kali ini pesannya serius. Aih, apa bahasa Indonesia “imbas-imbis” ya?

Ah, sudahlah. Tak perlu dibahas. Toh yang penting, dari sekian banyak pesan yang ia sampaikan tadi, seperti janji saya di depan, ada satu pesan utama darinya. Yakni, lakukan sesuatu sampai sukses.

Apa ukuran sukses? “Bisa tidur nyenyak!”

Jogja, 14 Oktober 2017
Aakuntoa Manajemen

#debritto #kolesedebritto #orientasiprofesi #kompas