Artikel lanjutan Pembekalan Orientasi Profesi di SMA Kolese De Britto :

Agus Wahyudi M, lulusan de Britto tahun 1993, membagi pengetahuannya bagi siswa yang akan berkarir di bidang musik. Ia bercerita tentang apa saja peluang dan tantangan sebagai player, komposer, musikolog ataupun pengajar. Tak ketinggalan juga sebagai pemilik sebuah studio musik, Reds Studio, ia membagi pengalaman tentang seluk beluk bisnis studio musik dan memberikan saran-saran bagi yang ingin menekuni bidang musik seperti dirinya.

 

Valentinus Riyadi, saat ini bekerja sebagai network engineer dan system developer. Ia banyak memberikan wawasan pada siswa tentang berbagai macam profesi dalam dunia IT, tantangan dan peluang, pengalamannya dalam menekuni bidang IT, perkembangan dunia IT serta kondisi dunia IT ke depan. Bermacam ilustrasi dan analogi ia berikan pada siswa untuk membantu memahami kondisi dunia IT saat ini.

 

Samiaji Sarosa, lulus de Britto tahun 1993, bekerja sebagai technical advisor di MCA Indonesia dan sebagai dosen Fakultas Ekonomi di UAJY. Melalui beasiswa ia menyelesaikan studinya dan meraih gelar Master of Information Systems di Univ. Of Wollongong dan gelar Doctor of Philosophy in Computing Sciences di Univ. of Technology, Sydney. Pada siswa ia memberikan materi skill set untuk dunia kerja seperti kemampuan komunikasi, kemampuan analisa, kemampuan manajerial, logika, kolaborasi, empati dan kreatif.

 

Sebagai seorang konsultan, banyak pengalaman yang dibagikan pada siswa tentang apa konsultan itu sendiri baik di bidang non teknis seperti keuangan, akuntansi, sosiologi, bisnis, manajemen, psikologi, maupun bidang teknis seperti ilmu komputer, informatika, telekomunikasi, networking, teknik komputer.

Para siswapun tidak melewatkan kesempatan bertanya jawab lebih jauh tentang dunia kerja dan peluang kerja sebagai seorang konsultan.

 

Y. Wahyo Nursanto, lulus de Britto tahun 1991, pengajar di Politeknik ATMI Surakarta dan bekerja di PT ATMI IGI Center Surakarta. Wahyo mengawali sharingnya dengan mengajak para siswa berefleksi mengapa mereka tertarik dengan profesi manufaktur lalu melihat kegembiraan ataupun tantangan profesi tersebut.

Ia juga menjelaskan mengapa Indonesia di masa depan akan semakin memerlukan expert manufacture termasuk mekatro, automation, design dan bidang-bidang yang terkait.

Untuk memberi inspirasi dan melengkapi pembekalan pada siswa, Wahyo juga memutarkan beberapa film tentang manufaktur dan membuat siswa semakin asik tanya jawab.

 

Agustinus Anindya, lulusan tahun 1989. Walaupun berlatar belakang pendidikan hukum UGM, ia memilih bekerja sebagai pengusaha.

Hari itu Anin menjelaskan tentang beragam profesi yang mungkin dijalani dengan berangkat dari belajar di jurusan hukum, seperti pengacara, notaris, jaksa maupun profesi non hukum seperti manajer umum, IT, HRD sampai pengusaha. Iapun bercerita tentang berbagai tantangan dan mengapa bidang hukum ini bisa begitu luas dalam dunia kerja. “Perbuatan kita pada dasarnya adalah perbuatan hukum”, jelasnya.

 

Anin juga berpesan pada adik-adik siswa untuk tetap tekun belajar mengembangkan diri dengan membaca, menguasai bahasa asing, berintegritas dan tidak menjadikan profesi sebagai tujuan tetapi sebagai sarana meraih cita-cita.

 

Sekitar 120 menit para alumni memberikan pembekalan Orientasi Profesi pada siswa kelas XII dan diharapkan para siswa ini akan lebih mampu menyiapkan diri memilih jurusan perkuliahan yang diminatinya serta lebih memahami segala potensi dan hal-hal yang berkaitan dalam mencapai tujuan hidupnya. [andre stp]

Artikel sebelumnya : Pembekalan Orientasi Profesi , 6 Agustus 2016 (1)