Gerimis yang membasahi Jogja pada tanggal 1 Desember 2016, aroma tanah yang basah pantulan cahaya lampu jalan yang temaram menjadi sebuah kawan dalam melakukan perjalanan. Pukul 20.30, di saat yang orang lain mulai bersiap beristirahat, kami malah sebaliknya. Bersama dengan Bimo H. Mahendra, empunya Roti Van Java, saya berusaha menemukan rumah Pak Lurah 05 yang bernama Yudo Sudanardi tersebut. Berbekal dengan gawai serta share loc dari Google Maps kami berdua menuju ,okasi tersebut. Ibarat kata yang kami lakukan malah seperti pramuka yang sedang mencari jejak. Tetapi demi mengemban amanah dari teman seangkatan, kami harus tetap menuju rumah Pak Lurah. Alhasil, selama hampir 1 jam, rumah Pak Lurah pun tetap masih belum ditemukan. Sehingga akhirnya kami putuskan untuk menghubungi Pak Lurah.

Perjuangan pun berhasil. Pak Lurah sudah menunggu kami di gang ujung rumahnya. Kemudian kami bertiga dituntun untuk masuk ke dalam rumahnya. Kebetulan pada malam itu, ibundanya masih bangun dan belum akan tidur. Sehungga kami berkesempatan untuk menjenguk dan memanjatkan doa. Sebelumnya, ibunda Yudo dirawat selama beberapa hari di RS Bethesda karena gangguan kesehatan yang dialaminya. Kami berdua langsung memberikan bantuan tersebut secara simbolis kepada Yudo 05.

Bantingan untuk ibunda Yudo sendiri dimulai pada tanggal 22 November 2016 dan berakhir pada tanggal 30 November 2016. Dalam periode sepekan tersebut berhasil diperoleh sejumlah yang siap diberikan sebagai dukungan untuk saudara kami yang sedang mendapatkan kesusahan. Bagi angkatan 2005, ini merupakan kali kedua melakukan bantingan. Karena pada kesempatan sebelumnya, kami juga memberikan bantuan untuk ibunda Dito Farinto dan Falis Setyoko. AMDG.